Sabtu, 27 Desember 2008

Sebuah kalimat yang...

Barangkali ini sudah menjadi suatu kebiasaan yang berulang-ulang, namun banyak yang tidak memperhatikan bagaimana kelakuan dan perilaku para pemain game[ PS atau Sejenisnya], yang senantisa mengeluarkan kata-kata kotor dan kurang baik.
Misalnya saja.
“bangsat!
“baaahhh, bungulnya!
“umaaa! Bangsatnya!
“goblok!
“tambuuk!
“kurang ajar banar!
“dasar bungul babanaran!
“umaaa ai heeh!
“aduuuhhh!
“kampreet!
Dan lain sebagainya,

Itulah kata-kata yang sering di lontarkan manakala melakukan permainan saat tidak berhasil dengan apa yang dikehendaki pemain.
Sekilas kata-kata itu tidak menampakkan apa-apa, namun kalau kita telusur lebih jauh, kata-kata itu adalah merupakan sebuah sumpah serapah yang dilontarkan pemain dengan tak sengaja, yang berdampak menyumpahi orang tua secara tidak langsung, dan menyatakan kekonyolan diri kita sendiri. Ya kalo?
Tengok saja kata “ baaah, bungulnya! Menunjukkan sumpah pada orang tua kita[abah;bapak] dan kata “umaaa! Bangsatnya! Menunjukkan sumpah pada orang tua kita[ibu] sekaligus menyumpahi diri sendiri, yang memang tidak bisa melakukan permainan itu.
Yaah…fenomena itu terus saja berlangsung, selama mereka masih bermain games, ini yang tidak kita kehendaki.
Kalaulah mau, janganlah mengucapkan kata-kata seperti itu jika sedang bermain games,
Kita juga sering bertanya pada mereka yang sedang main games setelah mereka mengucapkan “ baaah, bungulnya! Dengan pertanyaan “ siapa yang bungul? Mereka kaget sebentar dan mengalihkan jawaban ke yang lain, sambil melanjutkan permainan, anda tahu sendiri kan? Siapa yang….?
Nah….hal yang seperti itu jarang sekali ter-ekspos, kalau anda mungkin tak percaya, cobalah anda menyambangi rental-rental PS atau yang lain, supaya anda bisa mendengarkan kalimat-kalimat yang terlontar dari para pemain games.
Kita tidak menyebut bahwa pemain games itu goblok atau lainya, terus terang saja mereka itu pintar dan genius, namun hal yang sangat disayangkan adalah keluarnya kata-kata seperti itu.
Sehingga menjadi sebuah kebiasaan buruk yang berlanjut.

Ahh kiranya cukuplah sudah!


13 komentar:

  1. asli pian, banyak nang nyambat keto, terutama ulun sorang wkwkwkw...
    ngalih banar mehilanginya, saking garigitannya pang.
    tapi alhamdulillah kada bisa lagi maen game pang, jadi kada bekuciak ngintu, cuman menonton tv mau am masih :D

    BalasHapus
  2. bagus banar maangkat tentang kabiasaan baucap manyambati orang tu. kaena tunggui ja insya Allah kucarikan ayat Al Qur`an nang malarang kaya itu. bagus bagus bagus. tq

    BalasHapus
  3. ajin pangalaman sidin saurang nih...

    *ampun, santai ja pang muhanya*

    BalasHapus
  4. yu za....
    nang manah kah yang bujur... :D

    BalasHapus
  5. Halo nang...
    Thanks lah sudah bamara ka blog mpunku, tarima kasih jua komentarnya...
    Tapi tulisan nyawa nang sabuah ni bagus jua diekspos..amun dalam bahasa ilmiahnya, kalimat macam tu dingaranakan "Vernacular Language". Satiap orang kada bisa mambuang jenis bahasa itu, biar inya bukah kamana pun di dunia ni (macam unda wayahni), mun babulik ka komunitas unda pasti bahasa vernakular-nya muncul lagi...(Pengamatan yang bagus gasan nyawa)...

    Wassalamualaikum,

    Iwan (NL)

    BalasHapus
  6. mang punku sdh mau kayapa lagi supaya kaya pun situ handak jua nah kita bakakawanan lajari lagi

    BalasHapus
  7. tapi aku tidak :D eh kok postingan kita sama, tentang game hohohohoho....

    BalasHapus
  8. "hai friend ur blog is very nice, so your link already add on my blog. please link back me"

    BalasHapus
  9. ikut mampir mas, makasih.,

    BalasHapus
  10. kunjungan perdana gan, salam kenal.,.,..

    BalasHapus

TERIMAKASIH JIKA ANDA SUKA BERKOMENTAR!