Minggu, 27 Maret 2011

Perjalanan Berharga...!

Mengingat perjalanan yang barusan ku lalui hari ini begitu berharga bagiku. Tak ada salahnya kucatat dalam sebuah tulisan kali ini.

Seorang teman datang berkunjung kerumahku yang sebelumnya menanyakan keberadaanku saat itu lewat telpon. Menanyakan kesiapanku untuk menemaninya dalam perjalanan mencari rumah salah seorang penduduk yang alamat dan tempatnya masih belum jelas betul, aku bersedia saja demi seorang teman yang sangat memerlukan pertolongan ini.
Karena temanku ini kurang lebih satu bulan yang lalu mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan salah satu tulang bahu kanannya patah.

Sudah tiga kali di bawa ke orang yang bisa mengobatinya, namun hasil yang diharapkan masih belum maksimal, masih terasa sakit dan ngilu ngilu begitu katanya dan masih belum bisa di angkat ke atas sebagaimana layaknya. Hingga dia memutuskan untuk mengajakku untuk mencari tempat salah seorang penduduk yang bernama Rusman yang ada di Karang Intan Kab.Banjar.
begitu saja info yang dia dapat dari mulut ke mulut.



Oke….perjalanan dimulai dari rumahku dengan memintaku sebagai joki roda duanya, karena dia khawatir kalau terjadi apa apa dengan tangan kanannya yang belum sempurna, sebab dalam perjalanan nanti pastilah terjadi getaran getaran hebat kala melintasi jalan jalan berlobang atau apalah jika dia yang menjadi jokinya.
Dengan bermodalkan bismillah perjalanan sudah nyampe di daerah Karang Intan sebelah pasar, namun pencarian belum menemukan hasil setelah Tanya sini Tanya situ pada salah seorang penduduk kami disarankan untuk balik arah dan bertanya lagi di sekitar simpang tiga dekat Mesjid, begitu saran salah seorang empunya warung kopi.mereka menyarankan untuk kembali lagi untuk menuju tempat pak Ipul salah seorang tukang pijat yang juga terkenal dimana mana. Kami mengurungkan niat untuk kesana karena tujuan kami bukanlah ke sana.

Penasaran juga mengerubung kami berdua dengan bertanya lagi ke salah seorang penduduk lain, katanya kalian harus menuju arah simpang tiga kemudian ambil kiri. Oke saran kami turut namun keraguan masih menyelimut diri, berhenti lagi untuk memastikan tempat yang akan kami tuju. Benar kata mereka, jalan yang kami tuju memang mengarah kesana, dengan terlebih dulu mengucap terimakasih pada sang pemberi info kami berlalu…
Sepanjang perjalanan yang kami lalui memang banyak sekali kiri kanan jalan kebun kebun karet penduduk, hingga kami berhenti lagi untuk kemudian bertanya lagi untuk kesekian kalinya.
“ umpat batakun lah!
“ ya ! ada apa?
“ anu? Rumahnya pak Rusman dimana lah?
“ ooo….situ! parak pabrik banih! Jauh pang lagi pada sini”.
“ oo ya..ya!
“ mulai jalan ini nah, taruusss…ja ikam, ada jembatan situ belok kiri”.urangnya mamadahakan.

“ mun damintu, terimakasih lah! Kami handak balalu haja nah!
“ iih ayuja”.
Dalam perjalanan selanjutnya ini aku juga mikir, ternyata orang yang kami cari ini memang benar benar di kenal oleh masyarakat sekitar. Terbukti dengan banyaknya orang yang kami tanyai menunjukkan hal yang sama.
Dengan santai kami melintasi kebun dan rumah rumah penduduk, melintasi keramaian pesta pernikahan salah satu penduduk untuk kemudian kami berhenti di pertigaan dan menanyakan kembali ke salah seorang penduduk yang lain. Informasi semakin jelas di dapat setelah menanyakan kembali agar saran yang barusan di dapat di ulang… supaya lebih mantap! Hehehehe….
Kembali melanjutkan perjalanan sesuai anjuran ambil arah kekanan kemudian kekiri menyeberangi jembatan panjang kemudian melitasi keramaian pesta pernikahan penduduk sekitar..kemudian lurus untuk kemudian belok lagi kekiri dengan patokan yang kami dapat yakni nama dan tanda Berupa tempat yakni Pabrik Banih.
Pelan jalan roda dua yang kami tumpangi sambil mencari cari tanda yang disebutkan beberapa warga disini. Tak juga terlihat tanda tanda itu hingga melintasi jembatan besi yang terlihat kokoh membentang sungai….., kemudian ambil kiri sambil pelan pelan melintas hingga hati merasa ada kesalahan yang kami perbuat, jangan jangan sudah lewat?
Kembali kami bertanya, ternyata benar kami terlampau jauh melintas, rumah beliau di seberang dekat Balai, oh…ternyata Balai bukan Pabrik Banih? kemudian kami balik lagi dengan perlahan setelah sekian jauh kami berhenti lagi, Tanya lagi…mereka menunjukkan yang sebenarnya..katanya tidak jauh lagi dari sini. Sejenak roda dua berjalan perlahan dan berhenti di depan warung dimana info yang kami dapat tadi untuk bertanya kembali.
Dengan terlebih dahulu permisi.
“ umpat batakun lah, dimana rumah pak Rusman?
“ napa gerang!
“ anu ? handak ba urut banar ai.
Orang yang disampingnya nyeletuk.
“ nih…urangnya nang ikam takuni!
Hihihi….jadi malu sendiri, sambil senyum senyum…karena orang yang di cari adalah orang yang sedang di tanyai.

Kemudian kami di persilakan masuk.
Hmmmm…rumah yang sangat sederhana tentunya, tapi milik beliau sendiri…ckckckckck…
“ kenapa tangan ikam? beliau memulai membuka bicara
“ bakas baranjahan samalam!
“ lawas lah sudah?
“ ada pang mun sabulan nang lalu”
“ kayapa rasanya?
“ ada rasa sakit pang lagi, makanya ulun bawa ka wadah pian”
“ oooo……sambil beliau berlalu ke belakang mengambil sesuatu yang ternyata adalah sebungkus rokok kemudian menyulutnya, setelah itu mengambil botol kecil yang berisi minyak. Entah minyak apa? lantas mengoleskannya pada tubuh temanku di sekitar tulang yang patah setelah dengan perlahan membuka baju karena masih menahan rasa sakit.
Beliau menyarankan untuk diam sejenak sambil merasakan efek dari minyak itu.
“rasa kan dulu lah, biar minyak itu rasap ke awak ikam, sambil baroko ja gin lah”.\
“ ayu ja kadapapa,

Belum beberapa menit sudah terasa efek dari minyak itu, temanku mulai menggerakkan tangannya beberapa kali.
“ kayapa?
“ ada pang rasa nyaman, tadi kada kawa di angkat angkat ke atas”.
“ balum di apa apai lagi tu, efeknya sudah bekerja dengan bantuan Yang Maha Kuasa tentunya.
“inya ada haja urang mamadahakan minyak ku ni harat, padahal kada! Minak ku ni biasa haja, minyak lalaan banarai, beliau menjelaskan.

Sambil memijat dimana ada terasa sakit dan mencari cari dimana engsel dari tulang itu selisih dari tempatnya.
Pelan sekali…satu demi satu engsel tulang yang selisih itu di benarkan beliau, hingga temanku merasa nyaman menggerakkan tangannya.
Kata beliau tulang yang patah itu sudah menyambung kembali, tetapi masih ada urat dan engsel dari tulang tulang itu yang masih selisih dan belum benar letaknya sehingga kamu merasakan sakit. Itulah penyebabnya.
Beliau juga bercerita banyak tentang orang orang yang datang ke tempat beliau.
Ada yang dari Kotabaru yang wajahnya krempeng atau penyok karena di tabrak mobil dan sudah pernah di bawa ke rumah sakit. Disini saya tidak sebutkan perkataan beliau yang lainnya. Tapi alhamdulillah beliau datang karena di jemput dan wajah orang itu kembali seperti semula berkat IdzinNya.
Beliau juga menceritakan saat minyak itu bekerja terdengar bunyi gemertak tulang tulang itu kembali sendiri. Wallahu a’lam.
Juga salah seorang sopir yang terlempar dari mobilnya yang mengakibatkan pinggannya keseleo, alhamdulillah kembali baik.
Juga salah seorang penduduk sebelah kampung yang kakinya terlindas dan sudah beberapa kali ke tukang urut lain. Datang ke tempat beliau, alhamdulillah sembuh.
Dan masih banyak lagi.
Tak berapa lama datang saudara beliau kerumah. Tambah ramai ni rumah…hehehehe…

Aku juga tak mau kalah dan menceritakan kejadian yang pernah menimpa kakiku yang keseleo yang saat di urut waktu itu untuk membenarkan uratku yang keseleo harus melepas urat pinggangku terlebih dahulu baru di benarkan urat kakiku setelah itu urat pinggangku di kembalikan lagi.
Mendengar ceritaku ini, beliau agak terkejut!
“ kenapa sampai kaya itu?
“ kada tahu jua!
“ nah salah am mun kaya itu”
“ iya, ulun disuruh ba urut ka situ lagi, kada hakun lagi.
“ mbah pang kaya apa?
“ salah satu cara nang ulun gawi adalah saran dari teman, yakni bajalan jangan pincang! Itu saja. Sampai akhirnya ulun seperti ini. Dan masih terasa ada yang tidak beres dengan urat kaki kiriku ini.kencang sebelah.
“ mun anu kaina, pakai ja minyak ni jua, mudahan ai mau baik jua”
“ terimakasih”.
Sesudah ngomong panjang lebar…kami bersiap untuk permisi.
Beliau juga mengasihkan sedikit minyak itu untuk di bawa pulang dengan saran, beli sebuah jarum untuk dimasukkan kedalam botol kecil yang berisi minyak tadi dan beli minyak lalaan untuk campurannya.
Sebelum permisi pulang beliau kembali mendo’akan kesembuhan temanku ini dan beberapa saran lagi.



Alhamdulillah dengan panduan beliau kami pulang dengan petunjuk jalan yang akurat. Tidak melalui jalan pertama tadi.
Setelah melewati jembatan yang tadi kami lintasi kami tidak ambil kekiri melainkan ke kanan sesuai anjuran beliau.
Dari rumah Beliau, Pak Rusman di LOK TANGGA no.202 kami pulang menyusur beberapa kampung, Pandak Daun, Jingah Habang, Bincau terus…sepanjang perjalanan terlihat air menggenang disisi kiri kanan jalan diantara sebagian rumah rumah penduduk hingga keluar di perempatan Sultan Adam kemudian kami ambil arah kanan menuju pasar Martapura guna menemui teman lama yang beraktivitas di pasar ini. Sambil menanyakan dimana ada orang yang jual minyak Lalaan.
Bincang bincang sebentar, membeli beberapa makanan ringan guna oleh oleh untuk kembali ke rumah masing masing. Dan tak lupa beli minyak Lalaan sebelum meninggalkan pasar Martapura.
Menuju banjarbaru…beli jarum jahit sesuai saran beliau tadi.
Dirumah mencampur minyak pemberian beliau ini dengan minyak Lalaannya.

Dan terciptalah tulisan ini.
Semoga bermanfaat dan berguna info yang kami dapat ini.

Salam blogger!

Sabtu, 29 Januari 2011

SEJENAK...Di Desa PASTING

Mungkin anda pernah menemui sebuah perkampungan yang jaringan atau sinyal kadang ada kadang tidak! Mungkin saja kan?
Ya dari beberapa jaringan gsm maupun cdma di daerah ini, cukup sulit didapatkan. Terbukti dengan hilangnya sinyal sinyal HaPe semua teman teman yang hadir dalam rombongan ini.

Kadang terpikir juga olehku untuk mendirikan satu BTS diatas gunung yang barusan terlewati, agar perkampungan ini mendapatkan sinyal, hehehe…emang gue apanya mereka ya? Cuma sekedar singgah…tapi penasaran! Kok kenapa ya daerah ini belum punya sinyal bagus,gitu? Padahal menurut aku daerah ini banyak juga penduduknya.
Dari keterangan seorang teman yang menetap di daerah ini, ada beberapa perkampungan suku dayak mengelilingi kampung mereka, nah jika ada yang mau mendirikan BTS di daerah ini, mungkin menjadi salah satu lahan bisnis kan?

We leh….! Ngelantur kok jadi mempermasalahkan BTS?
Sebenarnya aku ingin mengungkapkan rasa senang ketika berada di daerah ini, daerah yang boleh di bilang masih jauh dari kebisingan dan keramaian, jauh dari hiruk pikuk keramaian Kota. Terbukti dengan kadang ada sinyal kadang tidak!
Daerah yang bisa membuat kita tenang, segar dan nyaman ketika berada di disini.
Saat kulihat salah satu gunung Batu Marmer itu dari kejauhan, kembali terpikir olehku untuk menjadikannya sebuah bangunan seperti istana dan kalau sudah jadi mungkin bisa saja di jadikan sebagai Kantor Gubernur ataupun istana presiden, paling minim sebagai tempat wisata! Agar daerah ini bisa maju seperti daerah daerah lainnya dan tentunya sinyal sinyal tambah kencang kan? Huuuuhh….pikiranmu ada ada saja? kata teman teman.” Bolehlah, aku berangan angan seperti itu, selaku. Tak ada salahnya kan? Sapa tahu ada salah seorang pengusaha mendengarnya. Dan pengusaha itu berminat. Betulkan?
Nah penasaran juga kan? Seperti apa sih gunung batu Marmer itu?

Aku dan beberapa teman menelusuri kaki gunung itu dengan jalan kaki dipandu temanku yang menetap di daerah ini dengan terlebih dahulu mampir dirumahnya untuk sekedar minum teh hangat kemudian melanjutkan perjalanan melewati rumah rumah penduduk sekitar kemudian melewati sungai kecil yang mengalir perlahan. Aku menyempatkan diri minta dijepret saat melintasi sungai dan rimbunnya pohon bambu, agar kawasan yang barusan terlintasi bisa di jadikan background.
Alhasil sampailah kami di kaki bukit.. teman teman yang lain juga tak menyia-nyiakan kesempatan ini, mereka menikmati keindahan alamnya, merasakan segarnya udara pegunungan pagi hari ini(2 Januari 2011).

Aku bersama teman pemanduku menanjak naik memasuki lekukan bebatuan untuk kemudian mencapai mulut Gua dan masuk kedalamnya.
Katanya, jika pada malam hari banyak sekali burung berteduh dalam gua ini dan gampang sekali menangkapnya. Woi jadi tambah penasaran sambil masuk terus ke dalam, katanya lagi untuk mencapai ke mulut gua di sebelahnya bisa mencapai satu minggu, karena banyaknya rongga rongga kecil atau kamar kamar didalamnya yang mengarah kesana kemari. Yeh ciut juga nyaliku untuk meneruskan lebih kedalam lagi.
Andai aku bisa belama lama di daerah ini mungkin saja kulakukan perjalanan memasuki gua ini lebih kedalam lagi untuk membuktikan kebenarannya, walau itu harus memakan waktu satu minggu, woiiii sok berani.
Cuma waktuku sebentar, karena teman teman sudah menunggu di luar gua.
Setelah berada di mulut gua, sejuknya udara yang terhirup menjadikan badan terasa segar. Tidak seperti di dalam gua tadi yang terasa panas dan sesak, sebab rongga dalam gua itu masih sempit. Hmmm…andai saja rongga rongga itu menjadi sebuah kamar atau ruangan yang ber AC…(villa maksudnya) alangkah sejuknya, atau sudah menjadi ruang istana yang bisa di jadikan kantor gubernur misalnya. Maka tak heran jika desa ini akan menjadi sebuah kota yang berada di pegunungan, hehehehe….ngayal melulu.
Yeah….gpp kok, itu kan andai saja.
Alangkah indah dan sejuknya Alam di desa ini, membuatku terasa nyaman dan segar, walau badan ini terasa pegal pegal karena pendakian.
Semoga ini akan menjadi sebuah inspirasi yang bagus buat mereka yang ingin mengunjunginya.
salam



sebuah catatan ketika berada di desa Pasting,Barabai HST Kalsel.

Minggu, 21 November 2010

GUNUNG RUNTUH !...

Guna memperkenalkan wilayah Kalimantan Selatan melalui blog tentang budaya, pariwisata maupun lingkungan.maka ada baiknya kita mengetahui salah satu tempat yang tak jauh Kota Martapura

jika kita biasa berkunjung ke tempat tempat wisata yang ada di Kalimantan Selatan, seperti Pasar Terapung di Banjarmasin, Pendulangan Intan di Cempaka, Tahura di Mandiangin, Take A song Beach dan Batakan Beach di Tanah Laut, Air Panas Tanuhi di Kandangan dan Lain lain, tentunya sudah banyak yang tahu dan mungkin sudah ada yang beberapa kali berkunjung. Namun ada satu lagi yang perlu kita ketahui bahwa kawasan yang terdapat di daerah Kabupaten Banjar yakni Danau Salak, kawasan yang terdiri dari lebatnya belantara Kebun karet milik PTPN ini sangat sejuk dan indah di pandang mata, udara yang segar menjadi penyemangat untuk mencari inspirasi, gaya dan acting.hehehe…sambil nyantai pun bisa anda lakukan disini.

Kawasan yang oleh penduduk sekitar di namai dengan Nama Gunung Runtuh ini patut di kunjungi. Karena memang sangat indah, dari ketinggian yang tidak terlalu tinggi, anda bisa melototkan mata anda seluas mata memandang hamparan kebun kebun karet yang tertata dengan rapi.
anda pun bisa mencari sebuah inspirasi untuk menjadikan sebuah hasil karya di kawasan ini, tengoklah salah satu hasil karya seorang teman yang mampu mengabadikan kegiatan ini. Hmmm…boleh juga kan? Seperti seorang photographer terkenal…!


Hmmm…rasanya tak kalah jika dibandingkan dengan objek wisata lain yang ada di kawasan Kalimantan Selatan ini, walaupun bukan sebuah tempat wisata terkenal. Jarak yang di tempuh pun tak terlampau jauh dari Kota Banjarbaru atau Martapura hehehe…
Sebenarnya kami hanyalah berkunjung ke tempat salah seorang teman yang sudah tinggal beberapa tahun di daerah ini, kebetulan sekali kami melewati daerah perkebunan Karet dan ide untuk mampir pun muncul ketika melihat pendopo di ketinggian, maka sepulang dari rumah teman kami tak menyia-nyiakannya untuk sejenak menikmati pemandangan alam ini.
Begitu sampai di puncak, sebagian pengunjung dari warga setempat ada yang turun untuk pulang, karena gerimis telah membasahi kawasan ini.
Dalam gerimis pun kami tak menyiakan kesempatan untuk pasang aksi dan gaya layaknya kelompok band, wuiehhh…maunya.

Tapi yang harus di ingat! Sebelum memasuki kawasan ini kita harus terlebih dahulu permisi untuk izin guna keselamatan rombongan.

Jumat, 22 Oktober 2010

Hasil Karya yang jadi petaka



Hampir atau mungkin lebih dari satu bulan aku tak kasih postingan! Hehehehe….
Rasanya ada sesuatu yang kurang dan harus aku lakukan, yeah..paling tidak mengisi kekosongan, sembari mengingat ingat apa sih kira kira yang layak di kasih post.
Hmmm…cerita aja deh….langsung aja nih! mumpung masih belum ilang?

Ada satu yang bikin aku tertawa manakala teringat salah satu baju kaos yang pernah ku pakai hasil sablon bikinan sendiri, betapa tidak! Ini asli hasil karya anak bangsa hehehe….., namun janganlah anda menirunya, karena akan merugikan anda dan orang lain. Why?
Ya, karena hasil karya itulah yang merugikan!
Sebuah keinginan yang harus ku penuhi saat itu, yakni memiliki baju kaos hasil karya sendiri memang terasa bangga saat itu, namun aku tak memikirkan akibat yang harus ku tanggung sendiri, itulah sebabnya mengapa merugikan.
Sebuah baju kaos putih, bergambar dua ekor itik jepun tepat di bagian belakang dengan bertuliskan : iki sing lanang opo sing wedo? Dengan jawaban yang jauh sekali dari kebenaran, kata orang sih menyimpang dari jawaban aslinya, “bisa ai bakunyung tapi kada laju”.

Liat gambar ini ya!
Ada rasa bangga untuk membuat orang ketawa dengan hasil karya itu, namun aku belum tahu akibat dari kata kata itu sehingga bisa merugikan diriku dan orang lain.


Saat bertugas untuk membeli bahan bahan kertas ke Banjarmasin tepatnya hari Jum’at sekitar pukul sebelas, aku menerima dan mengiyakan saja, beberapa catatan kecil dan uang menyertaiku dan aku di suruh naik taksi dan tak menyadari kalau hari itu aku memakai baju kaos itu.
Dalam penantian menunggu taksi tak ada satupun taksi jurusan Martapura - Bjm yang lewat saat itu, dari kejauhan terlihat taksi jurusan Hulu Sungai – Bjm sedang melaju, kupikir tak ada salahnya ikut taksi ini. Tanpa ragu aku melakukan gerakan tangan agar taksi itu berhenti untuk kemudian membawaku ke Bjm.
Dalam mobil taksi itu aku mendapatkan tempat duduk yang terbuat dari kotak (kursi tambahan gitu lho) tepat di samping pintu keluar masuk penumpang.
Dalam perjalanan, terasa sekali. Begitu cepat sang sopir mengendalikan taksinya. Terbukti beberapa kali sang sopir melakukan gerakan gerakan rem mendadak, cukup membuat panik sang penumpang, termasuk aku.
Aku kadang merasa senang, karena akan cepat sampai ke Bjm, tapi aku juga merasa khawatir kalau kalau terjadi sesuatu yang tak di inginkan semua penumpang ( gair jua ieh, mun kalalajuan ).
Hari itu adalah hari Pasar di daerah Gambut( -+14 Km dari Bjm), taksi yang ku tumpangi melaju berkecepatan tinggi melintas daerah itu dan tiba tiba ada seseorang yang menyeberang dengan cepat, kontan sang sopir mengerem mendadak!
(aku tidak tahu bunyi bunyi apa yang barusan ku dengar dalam mobil taksi itu) yang jelas aku terlempar dari kursi tambahan itu hingga ke depan dan kepalaku terantuk kemudian aku berusaha untuk kembali duduk seperti semula dengan kekhawatiran yang sangat ( saat itu yang ku dengar suara dari nenek nenek “ sabar pir, sabar pir, bawa ba ingat” ).
Aku berusaha untuk tenang dan tidak menikmati lagi perjalanan ini, yang ada hanya was was, khawatir menyelimut dalam diri sambil memperhatikan kedepan jalan yang akan di lalui taksi ini. Sang sopir tetap saja mengendalikan taksinya dengan kecepatan tinggi.( kupikir biarlah, serahkan saja ).
Memasuki area loket masuk sang sopir masih saja menambah kecepatan hingga tepat di pintu loket mengerem mendadak! Untuk bayar retribusi. Terdengar sang sopir mengeluarkan kata kata yang tidak enak, karena melihat Ban mobil lepas dan menggelinding ke depan
“ Bungul banar! Sopir tu, kada di papariksa kah mutur, sampat ban nya pacul nang kaya itu? Bahasa Indonesia nya kurang lebih seperti ini:
(“bodoh benar sopir itu, tidak di periksa betul tuh mobil, sampai ban mobil lepas seperti itu”)
Tiba tiba taksi yang kami tumpangi perlahan miring dan semua penumpang merasakannya.
“ Pian pir ai nang Bungul !(anda sopir yang bodoh) Ujar beberapa penumpang yang merasa kesal dengan ulahnya.
Sedikit mengejek memang! Namun di sertai dengan gelak tawa sebagian penumpang lain, agar tidak terlalu menyinggung perasaan sang sopir.
“ hah, ban muturku ah nang pacul? ( hah, ban mobil saya yang lepas! )
“ ya am, kada ba ingat ingat mambawa mutur” jar penumpang lain.
Aku tidak tahu sumpah atau kata kata apa yang keluar dari mulut beberapa penumpang taksi itu kepada sang sopir, yang jelas aku keluar pintu dan membayar ongkosku kepadanya. Kemudian menjauh.

Sementara kumandang adzan kedua telah terdengar dari masjid yang terdekat, aku berusaha menuju kesana untuk melaksanakan sholat jum’at.
Aku mendapatkan barisan paling belakang, ya karena memang telat.
Ketika sholat jum’at mulai di laksanakan, aku mengisi barisan kosong di depan kemudian melakukan sholat jum’at mengikut imam.
Nah di rakaat kedua inilah yang jadi bencana bagiku dan orang lain, kenapa?
Karena di belakangku terdapat tiga atau empat anak anak yang mengikuti sholat jum’at hari itu, secara tidak langsung mereka melihat dan membaca dengan nyaring apa yang tertera di baju kaosku, aku merasakan itu dan terkejut juga hingga aku tak sadar ikut terbawa arus oleh tawa mereka, padahal kan sedang sholat jum’at?
Aku berusaha untuk menahan tawaku sendiri sekuatnya agar tidak terdengar nyaring, aku tidak bisa! Aku malu pada diriku dan semua orang saat itu sambil mengikuti gerakan gerakan sholat hingga akhir.
ini adalah bencana karena hasil karya sendiri, ada sifat rasa bangga saat memakai baju kaos itu. Itulah yang terjadi.

mungkin sifat bangga itulah yang menjadi sumber malapetaka dan menjadi pemicunya sehingga menimbulkan ke tidak tenangan orang lain saat itu
Selain itu, bangga atau sombong merupakan sumber sifat dendam yang dipastikan akan selalu berorientasi membalas dendam. Juga sebagai sumber kemalasan beribadah dan beramal.
untuk itu mari kita menyingkirkan rasa bangga atau sombong dalam diri kita masing.
Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Salam blogger!

Sabtu, 11 September 2010

SELAMAT LEBARAN

Sebelum terpejam, ku do’akan engkau dengan hati yang ikhlas, merasakan Allah dihadapanku sedang mendengarkan kata kataku langsung, aku rasakan, dan rasakan! bahwa Allah Maha mengerti.
"Bismillah...
Ya Allah Engkau Maha Besar, Maha Segala-galanya...Tiada sesuatupun yang terjadi tanpa seijinMu, dan hanya padaMu hamba memohon petunjuk dan meminta pertolongan
Ya Allah, Rubahlah kehidupan hambaMu ini menjadi kehidupan yang lebih baik lagi dari sebelumnya...
Berilah kesabaran yang tiada batasnya dalam menghadapi segala ujian yang Engkau berikan...
Dan jadikan sisa umur kami menjadi umur yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat...
Amien"

Aku sedang melafalkan sebuah doa,
Do’a saat hujan turun,
Saat saling memandang, Saat berada didekat tempatmu pernah berada dulu,
Relung dada bersemayam hatimu dikalbuku,

Aku takkan pernah sempurna dalam kehidupan tanpa pernah kita bersyukur,
Salah satunya bahwa kita pernah ada,
Dan di musim-musim itu, sekarang, dan nanti yang menjadi saksi,
Bahwa memang aku harus memilih, Tanpa melukai, Menghargai tanpa melupakan,
Itulah keindahanmu, Itulah kekagumanku,
Itulah alasan mengapa kamu ada,
Dan akan selalu ada, Dalam do’a seorang lelaki Atas pasangan jiwanya,
tentang bahagia pasangan hatinya, tentang cinta yang memutuskan untuk abadi.

Maka nanti,
Didepan singgasana Tuhanku dan Tuhanmu,
Kan kupertanggungjawabkan hati ini,
Hati yang bersemayam semua tentangmu,
Yang selalu ku jaga Demi harapanku.

Ya Allah,
seandainya rasa bimbang dan ragu masuk kedalam ketauhidanku terhadap Engkau, seandainya rasa Sombong, Takabbur, Riya dan menonjolkan diri dan kekurangan didalam ‘amal perbuatanku bagi Engkau masuk ke dalam hatiku,
seandainya sifat dusta, pengumpat, mengadu domba dan pembohong berjalan pada mulutku, seandainya didalam hatiku terlintas rasa was was,
seandainya rasa Nifak, dosa dosa besar dan keji masuk kedalam hatiku, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap Laa ilaa ha illallah Muhammadar Rasulullah SAW
Ya Allah, jika aku bergantung kepada selain Engkau didalam menghadapi kepayahan kepayahan dan jika aku memohon pertolongan kepada selain Engkau, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap Laa ilaa ha illallah Muhammadar Rasulullah SAW.

Dalam suasana lebaran di hari yang fitrah ini idzinkan aku mengucapkan:
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1431 H
Minal Aidin Wal Faizdin Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Taqobbalallahu Min kum.

Kamis, 12 Agustus 2010

BATU BATU AN KALIMANTAN

Seorang teman datang ke rumah memintaku untuk bikin blog, aku tidak menolaknya.
Karena dulu dia memang seorang tukang sablon yang sama sepertiku, Cuma sekarang dia banyak profesi yang dilakukannya, bahkan macam macam bisnis sudah dirintisnya, hingga dia kepengen merintis satu usaha yang menurutnya sangat bagus di publikasikan lewat blog,

makanya dia memintaku tuk diajari bikin blog. Aku hanya mengajarkan apa yang menurutku bisa di sampaikan kepadanya, sesuai kemampuanku saja gitu.
Al hasil jadilah blog sederhana yang berisi tentang batu batuan Kalimantan.
Semoga dengan adanya blog ini, orang orang dunia maya banyak mengetahui tentang batu batuan yang ada di Kalimantan.

God luck my friend.

Sabtu, 24 Juli 2010

BIANG KEROK>>>

Entah mengapa akhir akhir ini listrik sering padam…? Kok listrik ya?
Makanya jarang on line dirumah, sengaja. Karena memang koneksiku tak mampu berbuat seperti dulu, ganti ja!....???? enak aja! Emang gantinya lebih cepat apa? Huh…malasnya mo gonta ganti, sekarang kan orang udah pake mobile seluler untuk net nya, kok ngelantur ya!
Padahal yang pengen kutulis kali ini adalah sebuah pengalaman yang dulu pernah ku bertanya-tanya dalam hati, mengapa kompiku begini terus nyalanya? Hehehe…
Memang kalo kita udah terbiasa dengan win Xp tak menjadi masalah, tapi kalo udah terjadi bunyi bunyi yang asing, wah bakalan hancur deh ni kompi,heh….
Saat pemakaian kompi tak terjadi apa-apa, normal gitu. Namun dalam beberapa menit lamanya terjadilah restart kemudian normal kembali tapi disertai dengan bunyi krek…kreeek…, dalam hal ini (monitor normal). saya menanyakan kemungkinan kerusakan yang terjadi pada kompi saya ke beberapa teman, jawabnya beragam. Ada yang bilang harddisk lah yang rusak, kabel data harddisk di ganti, setting bios kek, windows lah yang error, install ulang lah, ganti aja dengan yang baru? pokoknya semua saran ditampung dulu.
Satu persatu saran di pakai dan berhasil bagus, namun pada pemakaian hari kedua, terjadi lagi hal yang serupa? Wah dimana lagi ya letak kerusakannya? sampai beberapa hari tak ku jamah lagi, maklumlah lagi kena penyakit malas!

Kemudian saat keinginan itu datang! Maka tanpa pikir-pikir lagi, semua kabel kabel yang berhubungan dengan kompi kulepaskan, casing ku buka lebar lebar kemudian memperhatikan semua yang melekat dalam casing tersebut, hmmm….rasanya tak ada kabel yang putus atau hangus.namun tatapan mataku tertuju pada benda benda seperti ini:

Hmmm…ini nih biang keroknya? Tak salah lagi. Ini nih yang bikin harddisk gue bunyi kreek…krek. Tanpa aba-aba langsung saja ku lepaskan semua kabel kemudian baut yang menancap di mainboard hingga akhirnya seperti ini:

Sebelum melanjutkan, saya coba bersihkan mainboard dari dengan kuas, kemudian melepas fan dan hetsink prosessor dan memberinya paste. Baru melepas biang keroknya satu persatu.

Ternyata susah juga nyari persamaan biang kerok elco 3300uf/6,3v dan elco1000uf/6,3v di daerahku. hehehe…untungnya ada mainboard yang udah ga kepakai dan elconya persis sama sebagai gantinya. Setelah semuanya dah kelar.
Siap testing…

Hasilnya memuaskan…, tak ada lagi yang namanya bunyi kreeek…krek lagi sampai saat ini. Oohhhh…rupanya ini yang membuat arus ke harddisk kurang, sehingga harddisk bunyi, karena supply arus yang di terima sedikit, maka jadilah bunyi kreeeek….kreeek.

Semoga menjadi bahan pelajaran buat kita semua.