Sabtu, 16 Juni 2012
ADA APA DENGAN BLOG INI?
Lama juga tak utak atik Blog yang satu ini....eh ternyata tampilan yang keluar lain dari yang diharapkan. hehehehehe..tampilannya sperti ini
adakah yang tahu solusinya?
aku hanya pengen tahu.
Senin, 30 Januari 2012
Madu Perjalanan ini

Sebuah perjalanan berharga yang tak kan sia-sia dalam hidupku, perjalanan yang penuh tanda Tanya dalam sebuah kegalauan menderaku, saya juga merasakan kegalauan teman-teman disana karena ketiadaanku.
Dalam hati ini akan terus berusaha dan berusaha tuk membahagiakan mereka lewat diriku.
Akan merasa bahagia jika mereka mau seperti diriku nantinya, dua atau tiga bulan kemudian akan merasakan hal yang sama.
Atau bahkan mereka bisa melebihi aku, tak mengapa. Yang penting nanti mereka akan tahu sendiri apa sih yang ku kerjakan saat ini.
Karena saat ini aku masih dalam tahap pemantapan dan pengenalan diri dari apa yang ku tangkap selama berada disini.
Sementara hari ini, aku akan pulang dengan membawa sebuah kebahagiaan tentang masa depan hidup kemudian hari. Anggap saja aku bawa pulang Madu asli yang sudah ku tahu bahwa madu itu memang asli. Akan tetapi jika ku suguhkan pada kalian madu itu, mungkin kalian akan bertanya “ madu palsu Lho?
Itu yang harus ku hadapi tentang pertanyaan kalian yang meremehkan Madu asliku itu.
saya akan bertanya pada diri" kira-kira akan saya buang gak sih madu asliku itu?
tidaaaak!
Nah jika kalian mau melakukan tuk mendapatkan madu Asli itu, memang tidak gampang dan harus bersusah payah dulu agar kita mendapatkan madu yang benar benar asli???
Kalau perlu UGD!
hahahahahaaha.......!
Label:
air putih,
kutai,
loa janan,
samarinda,
tenggarong
Sabtu, 14 Januari 2012
OBJEK WISATA MANDIANGIN
Aku tak menduga jika hari ini akan jalan jalan ke sebuah objek wisata, objek yang dulu sering ku sambangi bersama kawan setiap sabtu malam, dengan naik vespa, supercup, yamaha alpha dan rx king. Perlahan menuju objek wisata ini, menembus dinginnya malam, kadang hujan datang menerpa atau sekali kali ada juga razia sajam.
Tak menjadi soal memang kalau masalah seperti itu, memang sudah terbiasa mengalaminya. Yang penting kami bisa happy dan menikmati indahnya pemandangan alam pegunungan di malam hari.

Setelah membayar loket masuk (dulu Rp.3000,-), sekarang mungkin Rp.5000,- kami mulai memasuki kawasan pendakian, di kaki gunung sudah banyak orang orang yang bersantai diwarung- warung yang telah tersedia, mungkin mereka menunggu waktu yang tepat untuk pendakian malam hari.
Kami juga tak menyia-nyiakan kesempatan, untuk menikmati hangatnya kopi di salah satu warung dan mencari perbekalan untuk di puncak nanti.
Memulai penanjakan kami menjumpai kelompok kelompok kecil yang juga menikmati indahnya alam pegunungan malam hari, terus melaju ke atas dan ke atas hingga mencapai kolam, istirahat sebentar.
Disana juga banyak kelompok kecil yang bergerombol, weh rasanya tempat sudah penuh, jika berdekatan rasanya kurang pas untuk melampiaskan onak onak yang menggelegar, hehehehe…teriak maksudnya.
Kami terus naik ke puncak, supercup yang ku bawa mulai rewel, hehehe…terpaksa di campur dorong, biar kuat menanjak, asik…..!
Sesampai di puncak, kami mulai menyalakan api unggun untuk menghangatkan suasana, sambil bercengkerama, saling ejek, berbalas pantun atau berbalas kisah dan ada juga yang main gaplek, hehehe….
Begitulah suasana di puncak, sementara dari ketinggian kami melihat kerlap kerlipnya api dari masing masing kelompok yang berada di bawah kami.
Hingga menjelang pagi. Ohh…alangkah indahnya awan yang bergerak menggantung berada jauh di bawah sana, pelan pelan sinar mentari mulai menampakkan sinarnya. Menambah suasana pagi yang berselimut kabut nampak segar di pandangan, tak terasakan lagi badan yang udah lelah karena begadang menikmati keindahan di puncak ini.
Dari situs peninggalan Belanda kami pelan pelan mulai turun sambil mengendari roda dua masing masing tanpa menghidupkan mesin, meski harus melewati kelompok kelompok yang belum pulang.
Di kolam yang sering di sebut Tambela kami berhenti, istirahat sejenak. Minum kopi atau sekedar mengisi perut yang sudah minta jatah, kemudian mandi bersama di kolam, menikmati dinginnya air pegunungan yang lewat di kolam ini. Hinga terdengar gemertak gigi karena dinginnya.
Kembali kami menuruni tanjakan melintas di samping beberapa kelompok yang masih ingin menikmati indahnya pemandangan alam pagi ini.
Kami pulang dengan selamat dengan membawa pikiran yang fresh dan segar.
Begitulah setiap sabtu malam kami melakukan touring.
terakhir kami ke tempat ini, rusak parah! Batu batu gunung berserakan tak karu karuan, ranting ranting pohon juga tak tentu letaknya, menghiasi jalan jalan yang dulu kami lewati. Dan kami tak pernah lagi pergi bersama karena kondisi alam yang semakin parah.
Ketika tiba di pintu gerbang selamat datang kami memasuki wilayah ini mengakhiri ceritaku, sambil membawa dua papan reklame yang bertuliskan “ SELAMATKAN TAHURA SULTAN ADAM “. Di bagian bawahnya terdapat gambar gambar kawasan objek wisata ini. satu kami tancapkan di kawasan yang banyak pengunjungnya, yakni berseberangan dengan warung warung penduduk, dan satunya lagi kami tancapkan di dekat kolam TANBELA.
Sekarang Taman Hutan Raya Sultan Adam kembali di benahi. Jalan yang menanjak sudah di aspal, kolam Tanbela juga sudah di cat hitam putih, dan warung warung sudah tak semrawut lagi.
Sesekali aku dan kawan photo bersama dengan memanfaatkan kamera ponselku.
Dari ketinggian di Tanbela ini, terlihat gedung- gedung pemerintah kota Banjarbaru dan tiang tiang pemancar dari beberapa operator yang berbeda.
Hmmmm…indahnya pemandangan alam di objek wisata ini, sambil melirik ke air kolam yang sangat jernih,

ingin rasanya aku nyebur menyusul temanku yang satu itu.tapi sayang aku tak membawa pakaian ganti, hehehehe…urung deh, Cuma nyebur sebatas lutut saja dan menyeka wajah cukup.
Jika anda ingin menyambangi Tanbela, bawa pakaian ganti, hehehe….sik asik asik….. mantap!
Tak menjadi soal memang kalau masalah seperti itu, memang sudah terbiasa mengalaminya. Yang penting kami bisa happy dan menikmati indahnya pemandangan alam pegunungan di malam hari.

Setelah membayar loket masuk (dulu Rp.3000,-), sekarang mungkin Rp.5000,- kami mulai memasuki kawasan pendakian, di kaki gunung sudah banyak orang orang yang bersantai diwarung- warung yang telah tersedia, mungkin mereka menunggu waktu yang tepat untuk pendakian malam hari.
Kami juga tak menyia-nyiakan kesempatan, untuk menikmati hangatnya kopi di salah satu warung dan mencari perbekalan untuk di puncak nanti.
Memulai penanjakan kami menjumpai kelompok kelompok kecil yang juga menikmati indahnya alam pegunungan malam hari, terus melaju ke atas dan ke atas hingga mencapai kolam, istirahat sebentar.
Disana juga banyak kelompok kecil yang bergerombol, weh rasanya tempat sudah penuh, jika berdekatan rasanya kurang pas untuk melampiaskan onak onak yang menggelegar, hehehehe…teriak maksudnya.
Kami terus naik ke puncak, supercup yang ku bawa mulai rewel, hehehe…terpaksa di campur dorong, biar kuat menanjak, asik…..!
Sesampai di puncak, kami mulai menyalakan api unggun untuk menghangatkan suasana, sambil bercengkerama, saling ejek, berbalas pantun atau berbalas kisah dan ada juga yang main gaplek, hehehe….
Begitulah suasana di puncak, sementara dari ketinggian kami melihat kerlap kerlipnya api dari masing masing kelompok yang berada di bawah kami.
Hingga menjelang pagi. Ohh…alangkah indahnya awan yang bergerak menggantung berada jauh di bawah sana, pelan pelan sinar mentari mulai menampakkan sinarnya. Menambah suasana pagi yang berselimut kabut nampak segar di pandangan, tak terasakan lagi badan yang udah lelah karena begadang menikmati keindahan di puncak ini.
Dari situs peninggalan Belanda kami pelan pelan mulai turun sambil mengendari roda dua masing masing tanpa menghidupkan mesin, meski harus melewati kelompok kelompok yang belum pulang.
Di kolam yang sering di sebut Tambela kami berhenti, istirahat sejenak. Minum kopi atau sekedar mengisi perut yang sudah minta jatah, kemudian mandi bersama di kolam, menikmati dinginnya air pegunungan yang lewat di kolam ini. Hinga terdengar gemertak gigi karena dinginnya.
Kembali kami menuruni tanjakan melintas di samping beberapa kelompok yang masih ingin menikmati indahnya pemandangan alam pagi ini.
Kami pulang dengan selamat dengan membawa pikiran yang fresh dan segar.
Begitulah setiap sabtu malam kami melakukan touring.
terakhir kami ke tempat ini, rusak parah! Batu batu gunung berserakan tak karu karuan, ranting ranting pohon juga tak tentu letaknya, menghiasi jalan jalan yang dulu kami lewati. Dan kami tak pernah lagi pergi bersama karena kondisi alam yang semakin parah.
Ketika tiba di pintu gerbang selamat datang kami memasuki wilayah ini mengakhiri ceritaku, sambil membawa dua papan reklame yang bertuliskan “ SELAMATKAN TAHURA SULTAN ADAM “. Di bagian bawahnya terdapat gambar gambar kawasan objek wisata ini. satu kami tancapkan di kawasan yang banyak pengunjungnya, yakni berseberangan dengan warung warung penduduk, dan satunya lagi kami tancapkan di dekat kolam TANBELA.
Sekarang Taman Hutan Raya Sultan Adam kembali di benahi. Jalan yang menanjak sudah di aspal, kolam Tanbela juga sudah di cat hitam putih, dan warung warung sudah tak semrawut lagi.
Sesekali aku dan kawan photo bersama dengan memanfaatkan kamera ponselku.
Dari ketinggian di Tanbela ini, terlihat gedung- gedung pemerintah kota Banjarbaru dan tiang tiang pemancar dari beberapa operator yang berbeda.
Hmmmm…indahnya pemandangan alam di objek wisata ini, sambil melirik ke air kolam yang sangat jernih,

ingin rasanya aku nyebur menyusul temanku yang satu itu.tapi sayang aku tak membawa pakaian ganti, hehehehe…urung deh, Cuma nyebur sebatas lutut saja dan menyeka wajah cukup.
Jika anda ingin menyambangi Tanbela, bawa pakaian ganti, hehehe….sik asik asik….. mantap!
Rabu, 28 Desember 2011
Tak di Sangka.....?

Tak ada sedikitpun di pikiran tentang blogku yang satu ini menjadi sebuah pilihan dari sebuah media.
Saat saudara Harie memberikan kabar, bahwa postingan kamu kemarin di muat.
Agak sedikit terperanjat memang mendengarnya, namun ada sebuah semangat baru yang mendorong untuk kembali menulis, hehehehe…walau itu Cuma sekedar coretan yang tak berarti.
Seakan tak percaya? Bahwa itu memang posting kemarin yang aku poskan, sambil mempelototi lembaran Koran yang di suguhkan saudara Harie.
Dari apa yang ku lihat, sambil senyum senyum sedkit malu karena membandingkan dengan tulisan kawan kawan yang lebih bagus dari tulisanku. Kalah jauh di banding dengan mereka.
Rasa syukur tercurah karena blog ku ini terpilih menjadi sebuah posting pilihan di halaman Media Kalimantan, Media Blogger l B7 l selasa, 27 Desember 2011 l 2 safar 1433 H.
Dengan rasa senang, izinku untuk membawa pulang lembaran Media tersebut.
Terpikir olehku saat itu, ini adalah sebuah wacana bagus buat memberikan semangat untuk menulis kembali, agar blog yang kita miliki tidak mati suri seperti sebelum- sebelumnya, jujur saja…” Unda Jarang Update”.
Terimakasih buat Media Kalimantan yang bersedia mengenalkan blog aku yang jarang update ini dengan tujuan Agar blog yang kita miliki lebih di kenal banyak orang, sehingga dengan jalan seperti ini orang dengan senang hati membacanya sekalian pengen tahu “ siapa Gerang ampunnya?.
Hehehehe….mantap.
Terimakasih atas penghargaan yang diberikan pada blog ini lewat MEDIA KALIMANTAN yang mau mempublikasikan blog sederhana ini.
demikian
Label:
advertiser,
blog,
kalimantan,
Media,
publisher
Kamis, 22 Desember 2011
oh....Banjarbaru

Hujan kali ini sangat deras hingga mengakibatkan sungai kemuning tak mampu menampung air yang sangat banyak, tak ayal lagi rumah rumah penduduk yang ada di pinggiran sungai kemuning pun harus rela menerima luapan air dadakan ini.
Baru beberap jam saja hujan lebat ini melanda kota banjarbaru, di sepanjang perjalanan pulang dari martapura, melalui jalan A. Yani Sungai Pering, jalan Rahayu, Panglima Batur, Jl Pinus arah Smada dan terakhir jalan kemuning menuju arah di mana aku tinggal,

di sepanjang jalan yang ku lalui air melimpah di jalan jalan karena saluran tak dapat menampungnya hingga air kemana mana mencari dataran yang rendah, hingga menggenang. Akibatnya para pengendara roda dua atau pengemudi mobil harus extra hati hati menjalankan kendaraannya, jika tidak ingin nyebur ke dalam got atau kubangan air hujan kali ini.
Seperti pengendara yang satu ini.

Genangan air terus melimpah ke jalan jalan yang agak rendah, sementara got atau saluran tak mampu lagi menampungnya? Itulah yang terlihat saat melintasi jalan jalan yang kusebutkan diatas, entah lah dengan jalan jalan lain yang tentunya lebih parah dari yang aku lihat?
Saat melintas di jembatan kemuning pun, olala….air begitu derasnya menghambur, karena kiriman dari berbagai saluran dan lainnya.
Itu baru setengah jam lho?
Hujan kembali datang mengguyur kembali, Kali ini sangat deras terdengar dari suara atap rumah…hingga mengakibatkan kebocoran sana sini.
Aku tak bisa bayangkan lagi, bagaimana dengan rumah rumah penduduk yang berada di pinggiran sungai kemuning saat ini, pasti lebih parah?
Tanpa komando ku coba on line lewat hape kecilku, ohhhhh…..Banjarbaru ku! Astaghfirullah!
Di status Fb Banjarbaru Lensa ( puluhan sampai ratusan rumah di Guntung Lua dan Kemuning terendam Banjir/ …..masih berlangsung). Begitu laporannya.
Menurut salah satu sumber, hujan kali ini adalah yang terbesar dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Sementara dari status sdr.Mansup mengatakan( rain coat and dogs. A. Yani Km.13 arah Banjarmasin ada pohon tumbang menutup separo jalan, hati hati jangan nyetir sambil On line)

Oh….Banjarbaru…kau kini.
Jumat, 07 Oktober 2011
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia adalah gagasan sebuah event yang akan menjadi ajang kopdar 1000 Blogger di Sidoarjo, 27-30 Oktober 2011. Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia juga mengadakan berbagai macam lomba yang bisa kamu dapatkan informasi lengkapnya di bloggernusantara.com.
Salah satu lombanya adalah kontes SEO dengan keyword Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia . Saya mendukung kawan yang sedang mengikuti kontes Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia ini. Silakan klik linknya. Banyak informasi lebih lanjut tentang kontes SEO Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia di sana.
Sayangnya, saya tidak bisa ikut ajang kopdar dalam Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia kali ini karena kesibukan dan pekerjaan. Bagi kawan-kawan di Komunitas Blogger Kalsel Kayuh Baimbai yang berangkat, selamat jalan, dan jangan lupa oleh-olehnya. Mbarangai napakah, unjun kawa jua.
Senin, 20 Juni 2011
BH....,Sepanjang Perjalananmu
Pukul 09:47:27 hapeku mendapatkan sms yang berbunyi begini
“om cmapa jd loe kt brangkat ulun nyaman nkr umpan dlu”
Oh iya ya, kemarin gue dah janji mo mancing sama temanku ini, langsung aja gue balas.
“ tukar j dulu, nda hndak kpenganten dl”, begitu kukirim balik, hehehehe…ternyata dia balas sms ku lagi.
“pian bkrim kch? Nggh u ja.. banyak2 om makan gasan sangu hehe”.
“ ayuja tkarakan” jawabku seadanya.
Rupanya dia benar benar pengen mancing,hehehe….buktinya dia sudah nyari-nyari umpan ga ketemu, hingga dia sms lagi.
“om dimana dbjb nkr umpan?!.
Aku tak balas sms dia lagi, sebab sepulang dari acara penganten aku dah ketiduran?
Ternyata dia kembali nelpon gue, dengan malas ku angkat.
“ya, halo”
“ulun kerumah lah”
“ he ih. Ayuja” sekalian mempersiapkan lain-lain.
Selang beberapa menit kemudian dia sudah muncul didepan rumahku yang penuh dengan jemuran orang sebelah rumah. Hehehe..ga apa apa kok!
Sebelum berangkat aku sudah mengambil jemuranku di belakang rumah, buat jaga jaga kalau kalau pulang nya agak malam.
Setelah beres, barulah kami berdua berangkat dengan roda dua dan segala peralatan mancing dalam tas.
Sebelum menyeberang jalan A.Yani, kami mampir dulu di warung peralatan mancing buat beli tempat ikan, hehehehe….kemudian melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi jalan A.Yani yang pada saat itu agak padat, karena belokannya tepat berada di depan Taman, beehhhhh….hari minggu pang jadi hibak ai…
Terus menuju arah SMADA, Sungai Sipai hingga Cindai Alus.
Dalam perjalanan tak ada kendala, namun ketika akan memasuki wilayah Ponpes Darul Hijrah Putra, dua orang perempuan berkendara menyelip sambil senyum senyum kearah kami berdua yang juga sedang ngobrol tentang Mancing, kami membalas senyuman mereka dengan bengong, ini orang kenal apa ga ya? Perasaan ga kenal deh….ieh…amit amit…
Mereka berkata kepada kami.

“bh nya kada di pasang kah? Sambil kukurihing melaju mendahului kami berdua.
Kami berdua pun tambah bengong?
Rasanya tas yang aku bawa ini ga ada bh? Ahh…paling Cuma iseng mereka itu, mungkin karena tali tas yang tak ku gantung di pundak aja berseliweran terkena angin, pikirku.
Aku pun berniat mengejar mereka dengan memerintah temanku.
“ lajui gen, sasahi buhannya tu, padahi aku kada kawa mambalas!
Dengan segera temanku memacu agar bisa mendahului mereka, dan tepat mereka berhenti saat kami melintas ku ucapkan.
“ aku kada kawa mambalas!
Mereka masih saja senyum senyum alias kurihingan melihat kami melintasinya.
Berapa menit kemudian kami hamper nyampe lokasi mancing dengan terlebih dulu mampir di salah satu warung bensin tapi kebetulan tak ada (habis Jar),
“ disebelah sana, tu ada ai, urang bajual “. Si pemilik warung bilang ke kami.
Saat itu hape ku berdering. Kulihat namanya, ohhhhh..ternyata si carbones.
“ hallo …assalamu’alaikum”
“ wa alaikum salam”
“ imak dimana neh”
“ auk di Sungai batang, nah”
“ ma..jauhnya sudah”.
“ napa gerang?
“ kada ai, anu…. Menyinar afdruk an tu kyapa?
Sambil boncengan sama temanku tadi menuju warung orang yang jual bensin.
“ pakai sinar matahari gen, paling 5 detik sudah am” aku menjelaskan.
“ kada, yang pakai lampu?
“oh….pakai neon ja dua biji”
“ neon yang berapa watt?
“ yang 20 watt gen, dua buting”
“ oh yakah, thank you, asalamu’alaikum.
“ wa ‘alaikum salam”. ( mungkin percakapan ini sebagian ada yang kurang,hehehehe...)
Begitu pembicaraan berakhir, saat temanku selesai ngisi bensin, seorang pengunjung warung nyeletuk ke aku.
“ di belakang ikam tu BH sapa?
Deg…! Baru aku nyadar, pantesan dua orang perempuan tadi cekikikan alias kurihingan kepada kami, ohhh……rupanya mereka pengen menyampaikan kepada kami tapi rada malu, bahwa ada BH nyangkut di jaket gue……sialan…!
Tak banyak pikir aku langsung meminta temanku untuk memotretnya dengan kamera hp ku.

Wuihhhhh…jadi malu sendiri, sambil mengingat ingat dari mana BH itu mulai nyangkut?
Kutelusur ulang awal perjalanan ini, wah…jangan jangan waktu mau berangkat tadi? Iya, tidak salah lagi, tapi kok ga ada yang negur ya ? dari rumah, warung, keramaian jalan A.Yani hingga sejauh perjalanan ini?
Hehehe…jadi ketawa sendiri mengingatnya..
Aku minta tolong temanku untuk melepaskan BH yang nyangkut di punggung jaketku, “lengket juga ya, pantesan ga jatuh jatuh,? Karena karena kawat BH itu yang nyangkut.
Kutaruh BH itu dalam tas sambil mengira ngira ukuranya.
“hmmm…paling ukuran 34 nih “, bilangku pada temanku.
Ternyata tebakanku tidak meleset, hahahahahahahahaha…….dulu pernah jualan BH kok.
Kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi.
Sebelum memulai aksi mancing, aku sudah merasa kurang sreg dengan kondisi air yang sudah surut, terlihat beberapa sawah sudah mengering dan tanahnya bengkang.
Tapi aku tak kurang akal untuk mendapatkan ikan, di sela sela padi yang ada airnya sedikit, aku mencoba mengamatinya.

“hmmm….pasti ada ikan yang terkumpul disini. Mending di tangkap aja dah, hehehehe….ga perlu mancing lagi. Tanpa basa basi lagi aku menyingsing kedua lengan baju jaket dan kedua celana jeansku.
Untuk selanjut…nya, Bakacal ai Lagi?
Dan hasilnya liat sendiri.
“om cmapa jd loe kt brangkat ulun nyaman nkr umpan dlu”
Oh iya ya, kemarin gue dah janji mo mancing sama temanku ini, langsung aja gue balas.
“ tukar j dulu, nda hndak kpenganten dl”, begitu kukirim balik, hehehehe…ternyata dia balas sms ku lagi.
“pian bkrim kch? Nggh u ja.. banyak2 om makan gasan sangu hehe”.
“ ayuja tkarakan” jawabku seadanya.
Rupanya dia benar benar pengen mancing,hehehe….buktinya dia sudah nyari-nyari umpan ga ketemu, hingga dia sms lagi.
“om dimana dbjb nkr umpan?!.
Aku tak balas sms dia lagi, sebab sepulang dari acara penganten aku dah ketiduran?
Ternyata dia kembali nelpon gue, dengan malas ku angkat.
“ya, halo”
“ulun kerumah lah”
“ he ih. Ayuja” sekalian mempersiapkan lain-lain.
Selang beberapa menit kemudian dia sudah muncul didepan rumahku yang penuh dengan jemuran orang sebelah rumah. Hehehe..ga apa apa kok!
Sebelum berangkat aku sudah mengambil jemuranku di belakang rumah, buat jaga jaga kalau kalau pulang nya agak malam.
Setelah beres, barulah kami berdua berangkat dengan roda dua dan segala peralatan mancing dalam tas.
Sebelum menyeberang jalan A.Yani, kami mampir dulu di warung peralatan mancing buat beli tempat ikan, hehehehe….kemudian melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi jalan A.Yani yang pada saat itu agak padat, karena belokannya tepat berada di depan Taman, beehhhhh….hari minggu pang jadi hibak ai…
Terus menuju arah SMADA, Sungai Sipai hingga Cindai Alus.
Dalam perjalanan tak ada kendala, namun ketika akan memasuki wilayah Ponpes Darul Hijrah Putra, dua orang perempuan berkendara menyelip sambil senyum senyum kearah kami berdua yang juga sedang ngobrol tentang Mancing, kami membalas senyuman mereka dengan bengong, ini orang kenal apa ga ya? Perasaan ga kenal deh….ieh…amit amit…
Mereka berkata kepada kami.

“bh nya kada di pasang kah? Sambil kukurihing melaju mendahului kami berdua.
Kami berdua pun tambah bengong?
Rasanya tas yang aku bawa ini ga ada bh? Ahh…paling Cuma iseng mereka itu, mungkin karena tali tas yang tak ku gantung di pundak aja berseliweran terkena angin, pikirku.
Aku pun berniat mengejar mereka dengan memerintah temanku.
“ lajui gen, sasahi buhannya tu, padahi aku kada kawa mambalas!
Dengan segera temanku memacu agar bisa mendahului mereka, dan tepat mereka berhenti saat kami melintas ku ucapkan.
“ aku kada kawa mambalas!
Mereka masih saja senyum senyum alias kurihingan melihat kami melintasinya.
Berapa menit kemudian kami hamper nyampe lokasi mancing dengan terlebih dulu mampir di salah satu warung bensin tapi kebetulan tak ada (habis Jar),
“ disebelah sana, tu ada ai, urang bajual “. Si pemilik warung bilang ke kami.
Saat itu hape ku berdering. Kulihat namanya, ohhhhh..ternyata si carbones.
“ hallo …assalamu’alaikum”
“ wa alaikum salam”
“ imak dimana neh”
“ auk di Sungai batang, nah”
“ ma..jauhnya sudah”.
“ napa gerang?
“ kada ai, anu…. Menyinar afdruk an tu kyapa?
Sambil boncengan sama temanku tadi menuju warung orang yang jual bensin.
“ pakai sinar matahari gen, paling 5 detik sudah am” aku menjelaskan.
“ kada, yang pakai lampu?
“oh….pakai neon ja dua biji”
“ neon yang berapa watt?
“ yang 20 watt gen, dua buting”
“ oh yakah, thank you, asalamu’alaikum.
“ wa ‘alaikum salam”. ( mungkin percakapan ini sebagian ada yang kurang,hehehehe...)
Begitu pembicaraan berakhir, saat temanku selesai ngisi bensin, seorang pengunjung warung nyeletuk ke aku.
“ di belakang ikam tu BH sapa?
Deg…! Baru aku nyadar, pantesan dua orang perempuan tadi cekikikan alias kurihingan kepada kami, ohhh……rupanya mereka pengen menyampaikan kepada kami tapi rada malu, bahwa ada BH nyangkut di jaket gue……sialan…!
Tak banyak pikir aku langsung meminta temanku untuk memotretnya dengan kamera hp ku.

Wuihhhhh…jadi malu sendiri, sambil mengingat ingat dari mana BH itu mulai nyangkut?
Kutelusur ulang awal perjalanan ini, wah…jangan jangan waktu mau berangkat tadi? Iya, tidak salah lagi, tapi kok ga ada yang negur ya ? dari rumah, warung, keramaian jalan A.Yani hingga sejauh perjalanan ini?
Hehehe…jadi ketawa sendiri mengingatnya..
Aku minta tolong temanku untuk melepaskan BH yang nyangkut di punggung jaketku, “lengket juga ya, pantesan ga jatuh jatuh,? Karena karena kawat BH itu yang nyangkut.
Kutaruh BH itu dalam tas sambil mengira ngira ukuranya.
“hmmm…paling ukuran 34 nih “, bilangku pada temanku.
Ternyata tebakanku tidak meleset, hahahahahahahahaha…….dulu pernah jualan BH kok.
Kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi.
Sebelum memulai aksi mancing, aku sudah merasa kurang sreg dengan kondisi air yang sudah surut, terlihat beberapa sawah sudah mengering dan tanahnya bengkang.
Tapi aku tak kurang akal untuk mendapatkan ikan, di sela sela padi yang ada airnya sedikit, aku mencoba mengamatinya.

“hmmm….pasti ada ikan yang terkumpul disini. Mending di tangkap aja dah, hehehehe….ga perlu mancing lagi. Tanpa basa basi lagi aku menyingsing kedua lengan baju jaket dan kedua celana jeansku.
Untuk selanjut…nya, Bakacal ai Lagi?
Dan hasilnya liat sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)