Tampilkan postingan dengan label mata kail nyangkut di hidung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata kail nyangkut di hidung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2009

Teringat Saat Mancing



Saat menyusuri jalan yang dulu sering kujalani ketika menuju lokasi pemancingan, sungguh diluar dugaan memang! Jalan itu kini telah menjadi jalur ramai truck-truck pengangkut tanah putih, rupanya ada lokasi tambang yang kini sedang digarap…, ahh peduli amat! Kami terus mengikuti alur truck yang menebarkan debu-debu disepanjang jalan, hingga melewati lokasi tambang dan terus melintasi jalan yang menuju ke kampung.
Mulai lah masing masing dari kami mengulurkan benang-benang pancing hingga terasa tak ada satu ikan pun yang nyangkut di kail.
Lantas berinisiatif untuk pindah tempat, mencari lokasi yang agak ramai dengan ikannya.
Ditempat yang baru, ikannya memang banyak tapi rasanya tidak mungkin dapat ikan banyak, kenapa? Ya, karena kondisi air sungainya sangat asam, tapi kami berusaha mencobanya, walau dibawah sengatan terik matahari.
Sambil mencoba merasakan jerujut ikan, terbayang kala dulu waktu mancing disitu, sangatlah ramai, kadang temanku iri saat aku sering menyisit, hingga dia mendekatiku...apalagi kala dia melihat dengan jelas beberapa kali aku menyisit, saking raminya, aku tak peduli dengan temanku disamping, pokoknya sisit terus, begitu juga dengan temanku.
Entah kenapa! Kini kailku nyangkut, padahal ikannya sangat lah ramai dipancing, aku berusaha menyentak-nyentak kail ke kiri dan ke kanan, agar bisa lepas dan tidak nyangkut lagi. Dan ketika aku dengan sekuat tenaga menyentak ke kanan!
“Aduuhhh”, temanku berteriak dengan lantang, aku langsung menoleh ke arahnya dan melepas kailku, kemudian meminta maaf.
“Kenapa?
“itu kail kamu menyentuh wajahku sangat keras!
“haaaaa”, aku melongo, memperhatikan wajahnya yang memerah dan meneteskan airmata, disana masih terlihat dengan jelas mata kailku masih menempel dalam lubang hidungnya. Dia tidak berani menarik tali senar kailku, takut kalau mata kailku menembus hidungnya, dengan segera aku melepaskannya pelan-pelan agar mata kailku tidak menusuk bagian hidungnya Dan…selesai.
Ohhh…tragis memang! Untung saja mata kailku tidak menembus hidung, hmmm…rupanya saat aku menyentak ke kanan dengan keras, mata kailku sudah lepas! Hingga tanpa diduga mata kailku itu terbang bersama peluru{pemberat tali senar}ku, tepat mengenai batang hidung kawan yang ada disampingku dan mata kailku masuk dalam lubang hidungnya, pantesan dia tidak berani menarik tali senar kailku.sungguh di luar dugaan!
Saat itu wajahnya tampak masih merah, tapi masih bisa ketawa! Sebenarnya aku dari awal tadi sudah pengen ketawa namun masih ku tahan, agar tidak menyinggung perasaan, tapi akhirnya aku tak bisa menahan juga……
Hahahahaha….hahahahahahah….ahahahahahaha…..ahahahaha….ahahahahahaha…..haha…hak haaakk…hah..hak….uhk…uhk…uhk….aha hahaha….kami berdua tertawa bersahut-sahutan, hingga mengundang perhatian kawan-kawan yang lagi asik mancing…, mereka bingung! Dengan apa yang barusan kami alami.
“ aku jara! Ma unjun Parak inya ni! Dia bercerita, aku masih senyum-senyum manakala dia bercerita pada teman yang lain.
Dibawah teriknya sinar matahari, lamunan ku buyar! Tatkala teman memanggilku untuk pindah tempat….
Kali ini ke LA.
sumber: photo pinjem sama
enggink