
Ketika menengok seorang teman yang terbaring sakit, ada sebuah kalimat yang sampai saat ini masih terekam dengan baik, “aku kada rela”. Begitu kalimat yang keluar dari mulut temanku itu. Sebuah kalimat yang sangat dan sangat kurang baik untuk di ucapkan bagi siapa saja, begitu menurutku.
Siapa sangka bahwa kalimat tersebut adalah kalimat terakhir yang temanku ucapkan.
Saat dia terbaring sakit ketika kami membesuknya, dia memohon pada kami untuk menagihkan hutang pada seorang temannya yang juga salah seorang dari teman kami.
Kami bersedia dan berusaha semampu kami untuk mencari keberadaannya kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kami sebenarnya setelah bertemu dengan orang yang dimaksud.
Alhasil! Kami tidak berhasil karena memang dia tidak mempunyai uang sebegitu, dan dia pun mohon untuk menyampaikan kembali pada teman kami yang sakit tersebut. Setelah itu tak berapa lama juga kami sudah kembali kemudian menyampaikan apa yang barusan kami lakukan, namun hal yang tak di sangka dan di duga-duga dia mengucapkan kalimat tersebut.
Astaghfirullah! Apa yang baru kami dengar membuat kami bengong dan terpana, lalu berusaha untuk menghiburnya. Dan! Itu sia-sia, terlambat dan sudah terlambat dia sudah kembali untuk selamanya.
Sangat! Sangat di sayangkan memang, kenapa kalimat tersebut keluar dari mulut temanku itu, apakah ini sebuah pelajaran bagi kami yang masih tersisa untuk tidak melakukan hal yang demikian.
Ya Allah! Ampunilah dosa-dosa hambaMu ini, jauhkanlah kami dari golongan orang-orang yang kau murkai, berilah kami petunjuk dan hidayahMu untuk mengabdi kepadaMu agar kami menjadi orang yang sabar secara ikhlas, mati dalam keadaan beriman kepadaMu, semoga kami termasuk kedalam golongan hambaMu yang Kau cintai, amiiin..!