Minggu, 17 Agustus 2008

Pelepas Stress!


Disela-sela rehat sambil rebahan kadang ada saja teman yang bikin ketawa cekikikan, entah apa yang mereka bicarakan, sehingga membuat gaduh suasana oleh derai tawanya. Bahkan saat makan pun terlontar kata-kata yang tidak mengenakkan, hehehe…maklum hal seperti itu sudah biasa, masuk telinga kanan keluar telinga kanan, maksudnya: mental alias tidak masuk sama sekali dan malah kata-kata yang menjurus atau menyerempet kearah hubungan badanpun sering terdengar, itu mah wajar-wajar saja dikalangan kami, karena antenna daya tangkap diantara kami sudah terlalu tinggi, satu kata saja yang keluar dari mulut salah satu diantara kami, hmmm…yang lain sudah pada tanggap! Dan siap melontarkan kalimat serupa atau menambahkan kalimat sambungannya, maka kloplah apa yang mereka bicarakan, hehehe…kasian kan yang jadi bahan pembicaraan! Tapi itu tidak masalah! Yang jadi bahan olok-olok pun sudah siap melancarkan serangan balasan dan tidak jarang selalu siap dengan lima atau bahkan puluhan kata balasan…yeee kaya perang aja. Tak apa bagi kami itu hanya sebagai pelipur lara kala jenuh saat melakukan pekerjaan, kata mereka daripada stress mending dengan cara gini melampiaskannya hingga tuntas tas..tass…tassssssss….
Kadang dari satu kata-kata mereka itulah muncul sebuah cerita atau kisah atau bahkan teka-teki, dan secara spontan kuceritakan pada mereka, sehingga mereka tambah temehek-mehek dan jarang ada yang termehek-mehek sampai seperempat jam…gile bener tu…orang…, kami tak lagi mehek-mehek soal kisah itu tapi kami malah termehek-mehek oleh acting dia yang sedang termehek-mehek sambil memperagakan sperti apa yang terjadi dalam cerita itu….hhahahahahahahaha, sehingga ruangan pun jadi gaduh oleh ulahnya. Dan di kala kami sudah tak peduli dengan cerita itu dia malah ketawa sendiri, dan pastilah yang lain pun ketawa di buatnya.
Hari ini entah kenapa ada dua teka-teki yang keluar di benakku dan langsung saja ku sampaikan pada mereka.
“coba tebak? Di antara wajah kita ada yang tidak disebut tahi?
“ mata, tahi mata ”
“ telinga, tahi telinga “
“ gigi, tahi gigi “
“ hidung, tahi hidung “
“ bukan! Tidak bener tahi hidung,yang bener adalah “ karak Hidung“
“ huahahaha….huahahahhaaa wakakakkk ahahahahahahahahaa….haha ! serempak mereka ketawa terpingkal-pingkal.
Kemudian salah seorang teman juga menambahkan tentang ayam, dan aku sudah tahu jawaban itu Cuma ku biarkan saja selesai teka-tekinya..biar yang lain pada mikir hehehehe…
“ diantara ayam, ada yang tidak disebutkan ayam, apa ayo?
“ jengger…, jengger ayam”
“ bulu, bulu ayam “
“ kepala, kepala ayam”
“ buntut, buntut ayam”
“ nyerah deh “
“ mau tahu jawabannya, hehehe….tahi lancung! Wkakakakkak…kakak…..huk..huk…huk…hahahah….. huahhaha…., semua serempak terpingkal-pingkal dibuatnya, padahal mereka udah pada mikir semua saat belum di kasih tau jawabannya.
Dan yang terakhir aku ngasih pertanyaan pada mereka tentang nyiur atau kelapa.
“ di antara seluruh nyiur, ada yang tidak di sebutkan nyiur, ayo…tebak jawabannya?
Hehehe…banyak juga sih yang mikir, apa ya?
“ batang! Batang nyiur “
“ sabut! Sabut nyiur “ maksudnya serabut gito loh.
“ daun! Daun nyiur “
“ akar! Akar nyiur “
Masing- masing mereka mengeluarkan jawabannya kalau-kalau itu pas.
“ rasanya ga ada sih, pasti kesebut semua”
“ mau tahu jawabnya, hehehe….itu tu “ bilah lidi “ yang sering dibikin sapu itu.
Kontan saja mereka terbahak-bahak setelah tahu jawabannya…
“ ya iyalah, mana ada orang bilang ‘bilah lidi nyiur’ hehehe….”
Memang dengan hal-hal seperti ini, malah tambah enak suasana…tak ada rasa tegang, penat dan lain sebagainya, sebagai penghilang rasa stress…beruntung sekali diantara kami tidak ada yang suka tersinggung ataupun marah-marah kalau diledek oleh sesama. Ya cukup sampai disitu-situ aja. Karena kami dah bilang “ jangan suka me’anggap’ gitu. Dan jika me’anggap’ kami perintah untuk tidak gabung. Hehehe…cukup kami-kami aja ya!
Alhamdulillah sampai saat ini kami rukun-rukun aja. Oke sukses selalu teman-teman.

salam blogger! merdekaa!


Rabu, 13 Agustus 2008

Printer NOVA Jet


Semua spanduk selesai, tinggal ku jahit bagian atas dan bawahnya, hehehe…belajar menjahit ahhh….lumayan mumpung ada mesin jahit nganggur, itung-itung nambah pengetahuan, walau itu sebatas kemampuanku. Banyak juga teman-teman bengong liat aku menjahit hehehe…mereka kan baru liat. Pastilah mereka cuap-cuap tentangku. Tak apa yang penting spanduknya selesai.
Ketika mau pulang, aku di panggil “sini bentar! Aku pun menoleh ke arah suara itu, eihhh…tak taunya dikasih bonus.makasih ya! “tolong panggilkan kedua temanmu itu ya” yup…aku langsung mencari mereka dan ketemu, kubilang aja kalian di panggil bos, sono tuh! Samperin.
Aku pulang duluan dengan terlebih dahulu ngisi bbm roda bututku, kembali ke rumah dan…ooooohhh,iya! Kemarin aku ada janji yang terlupa, hmmm aku harus menjenguk malam ini. Saat itu aku menemukan masalah yang berhubungan dengan printer Nova Jet milik temanku itu. Di layar tertera tulisan “ internal ERROR : Shutdown
CB set-voltage failure (2,0x0,11300) “
Kali ini kulepaskan kembali mainboard bawaan itu terus mengamati dan mencari persamaannya, di papan pcb yang hangus itu tertulis ( C11 ), kemudian perhatikan mainboard satunya, hmmm sama persis deh! Pastilah ini pangkalnya, uuuhhhh…kecil sekali benda itu, aku berusaha melepaskan dengan bantuan solder, ternyata belum berhasil, benda itu pecah jadi dua. Dasar edan emang…kulirik benda yang berada di pcb (C10) sama deh…, kali ini ku lepaskan dengan hati-hati sekali agar jangan sampai pecah seperti tadi…terus dan terus kulakukan hingga ke pemasangan di tempat pcb yang terbakar tadi. Setelah itu kembali ku tempatkan mainboard seperti semula lantas melakukan test…moga berhasil, moga berhasil pinta ku dalam hati. Dan! Printer pun berjalan dengan Normal.
Dengan satu cartridge merk Encad warna hitam aku melakukan test print, kali ini keberhasilan memihak padaku, terima kasihku padamu ya rabb.
Kemudian memasang seluruh cartridge lain, ternyata cartridge warna kuning tidak menghasilkan warnanya, kata temanku… warna kuning memang dari dulu sudah tidak mau, ada jalur yang putus di daerah headnya dan sudah lakukan pengecekan.
Ooo…ya udah, yang pentingkan! Printer berjalan normal kembali. Ketika mau pulang e..eihhh malah di kasih angpao, sekali lagi terimakasih ya rabb! Ngantri BBM ahh…lumayan juga tuh angpao.
Naaaahhh! Bagi anda yang pengen tahu tentang printer NOVA Jet silakan download disini, gratis 100%.

Selamat mencoba!

Selasa, 12 Agustus 2008

Bikin Spanduk!


Kala menuntaskan pekerjaan yang mendesak, adakalanya rasa was-was dan dagdigdug mendera perasaan saat sang pemesan datang mau mengambil.
Lega rasanya! Bayangkan saja satu minggu penuh kami mengerjakannya siang dan malam, demi memuaskan pelayanan pada pelanggan.
Kadang kami sambil guyon tuk melepaskan rasa penat dan lelah, terkadang ketiduran sesaat, walau kedua tangan kami penuh dengan cat warna warni, tak jadi soal.
Maklum masih newbie bikin spanduk!
Saat pertama kami hanya menggunakan spray deco dan kompresor dengan menggunakan cat minyak dan thinner, dengan terlebih dahulu bikin malnya. namun hasil kurang memuaskan, nah…yang lebih memusingkan adalah spray deco yang sering buntu…., lalu ada inisiatif untuk berubah dengan cara manual yakni dengan mencacap cat dengan busa kemudian di taruh dikain sedikit demi sedikit… tambah parah dan pekerjaannya pun semakin melambat saja…maka tak ada kata lain kecuali membeli spray baru dan mengganti catnya dengan cat tembok di campur pewarna. Sesuai dengan anjuran seorang teman yang sering mengerjakan orderan spanduk.
Dengan metode dia, terciptalah spanduk-spanduk itu. Namun waktu bikin spanduk berikutnya, spray baru itu ngadat….bentar ngadat, kadang mau, ngadat lagi…wueih…,pekerjaannya terhenti…pusing deh mikirin spray, sudah satu hari penuh Cuma dapet dua, ya karena sering ngadat itu, bongkar sana bongkar sini, ganti sparepart lah.. sama….hasilnya nol…..
Kucoba mencari kesalahan yang terjadi pada spray…sedikit demi sedikit ku selidik..akhirnya dapet juga tuh penyebabnya, bukan cat yang kekentalan, bukan angin yang kurang juga bukan kepala spray yang tertutup cat, tapi masalahnya adalah jarum tengah yang belum di setel, pantas saja sering buntu…ruang untuk cat keluar terlalu kecil sedang cat agak kental…hehehe…syukurlah.
Tanpa ada aba aba dari teman, langsung saja saja kusemprotkan! Ternyata benar dugaanku…itulah penyebabnya.
Setelah mendapat pengetahuan itu, maka tak ada lagi ngadat sini ngadat sana, semua berjalan lancar, terus dan terus kami lakukan pekerjaan bikin spanduk. Setengah hari kami bisa menyelesaikan sekitar tiga puluhan lebih dengan ukuran spanduk satu setengah meter dan sebagian ada yang lima meter dalam jumlah besar. Itu satu hal yang sangat menyenangkan! Semua berjalan lancar, saking semangatnya ada satu kesalahan yang kami perbuat tanpa disadari, hehehe….ada huruf yang ketukar kala menuntaskannya. Ada saling menyalahkan antara kami bertiga…maklum sudah waktunya makan siang, konsentrasi mungkin terganggu oleh aroma masakan tetangga, hmmm…lapar ni yeee…, teman-teman juga bingung..ya udah istirahat dulu lah ntar bisa di ganti atau di semprot ulang.
Dalam masa istirahat kami meyempatkan diri bermain game bola mania..saat itu aku pilih Negara Italia dan temanku pilih Negara Belanda, babak pertama udah kebobolan empat kosong dan kedua lima hingga turun minum skor sembilan kosong, tak apa yang pentingkan! Rasa jenuh itu hilang…hehehe
Rehat selasai kami kembali melanjutkan pekerjaan, sampai menjelang sore hujan deras menghentikan kegiatan kami, tanpa komando kami sibuk memindahkan spanduk-spanduk itu agar tak kena air hujan…..sekaligus membersihkan diri dan pulang, ntar malam lanjut ya..! ada lima lembar spanduk ukuran lima meter yang belum di kerjain.
Sebelum mengerjakan spanduk, aku ngisi bbm..wuihhh…masih antri, isi pertamax ahhh….biar cepet..kemudian beli anggur buat adikku. kami menghadiri acara sunatan tetangga dulu dan tentu saja buat persiapan tenaga malam ini..hehehe…makan nieh…
Baru melanjutkan pekerjaan…
Huuuhhhhh…selesai sudah…, rasa lega, penat dan bahagia bercampur jadi satu, membuatku menuliskannya dalam sebuah pengalaman baru yang mungkin bisa ku jadikan pedoman buat bikin spanduk kala ada pesanan kembali…hehehe..tapi ternyata apa yang terjadi di luar dugaan!... sang pemesan nambah sepuluh spanduk lagi ukuran lima meter!...haaaa..hhh????
Baru saja bebas dari rasa lelah dan penat, eihh…nyambung lagi deh..tak apa mumpung masih semangat bikin spanduk, Merdeka! Merdeka! Uuuuhhh…emang ikut acara tujuh belasan? Lanjut mang!
Sore hari aku bawa mainboard printer Nova Jet ke salah seorang teman, katanya sih printer dia lagi error.
Ku coba menghidupkan Nova Jet…hmm tidak jalan seperti biasa, maka dengan inisiatifku, kubuka casingnya dan terlihat dengan jelas salah satu benda yang menempel di mainboard itu hangus, entah apa namanya? Aku belum tahu…ku ganti dengan mainboard bawaan tadi.kemudian melakukan pengecekan, printer berjalan normal…tapi kala melakukan test print…di layar tertera tulisan” Internal ERROR : Shutdown
CB set- voltage failure (2,0x0, 11300 )
ada yang bisa bantu ya? blogger Mania
Beberapa kali aku melakukan testprint, layar selalu menunjukkan tulisan seperti itu, sehingga aku memutuskan ntuk pulang, dan sang pemilik bilang “ ntar malam kesini lagi ya” aku hanya mengiyakan.
Hmm…rupanya aku ketiduran lepas maghrib dan terbangun ketika jam dinding menunjuk pada angka dua tiga puluh…yaa…hhh, telat deh dengan janji, aku berharap semoga tak membuat pemilik Nova Jet kesal dengan janjiku. Mungkin aku terlalu lelah sudah…dalam seminggu ini, hehehe…
Besok pagi juga mesti beli kain buat menambah spanduk! Semoga aja bisa cepat selesai walau rasa penat dan lelah masih belum hilang.

Banjarbaru.
Komplek Listrik II, 10-12 agustus 2008.




Senin, 28 Juli 2008

Sosok Seniman

Sayup-sayup terdengar alunan syair maulud al-habsyi entah di musholla mana, teringatlah salah seorang teman yang suka membawakan syair-syair, baik itu syair maulud al-habsyi, al-barjanji, Diba’i dan yang lainnya. Yakni seorang Saidul Pajeri. Dulu dia sering di panggil para warga untuk membawakan syair-syair tersebut. Bila bertepatan dengan bulan peringatan maulud Nabi dan Isra Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW. Dia Juga memberikan pelajaran pada adik-adik kelasnya tiap malam senin dan malam jum’at bersama rekan-rekan seusianya.
Itu hanya sekedar kegiatan yang lumayan rutin dia lakukan, namun disisi lain dia adalah salah seorang seniman yang jarang muncul dikalangan kita. Sayang photo dia nggak punya. Padahal waktu dia manggung dengan syair Madihin nya, dia nyaris tak kalah kalau di bandingkan dengan seorang Jhon Tralala( pelawak Kalimantan Selatan), saat itu di acara ulang tahun salah satu Madrasah yang dihadiri Kepala Daerah Kalimantan Selatan beserta jajarannya, sempat terpingkal-pingkal oleh syair Madihin yang dibawakannya, apalagi di tambah dengan gerak lucu dia sambil memukul gendang, Beberapa kali penonton minta tambahan waktu hanya untuk mendengarkan syair Madihinnya Dia, namun oleh Panitia waktunya dibatasi.sehingga penonton pun menurut saja. Karena acara tersebut dihadiri sang Kepala Daerah.
Namun seniman ini tak hanya pandai membawakan syair-syair, tetapi dia juga pandai bercerita.sehingga teman-teman sering memintanya untuk bercerita dan jika dia tak keberatan maka keluarlah ceritanya. Banyak yang suka mendengarkan ceritanya walau bersaing dengan sandiwara radio saur sepuh kala itu. Tidak heran banyak yang simpati dan suka padanya.
Kala dia bercerita tentang “Di Malam Khaluwat Kasih Bersemi”, banyak juga pendengar setia tak mampu menahan derasnya air mata, mereka dibawa hanyut oleh ceritanya, seakan pendengar sendiri yang berada dalam lingkup kisah itu, bayangkan saja! dia bercerita langsung dihadapan pendengarnya, dia mampu menguasai pendengar tanpa kehilangan konsentrasi pada kisah itu.
Sepenggal kisah yang masih teringat itu.
Di negeri Baghdad tersebutlah seorang pemuda yang rajin ibadah, Abdurrahman al….maaf lupa! Berkhaluwat di dalam kamarnya. Dan di negeri seberang seorang perempuan yang bernama Zahratun Nufus juga berkhaluwat dalam kamarnya. Entah mengapa pada satu malam kedua insan yang berjauhan dan berlainan jenis ini, dipindahkan oleh jin. mereka bangun dari tidur masing-masing kaget bukan main, bukan kah tadi aku tidur dikamarku,pikir abdurahman, kenapa aku ada disini?
Abdurahman bingung sambil mengingat-ingat kejadian barusan, begitu juga dengan Zahratun Nufus kala itu.
Di akhir cerita mereka dikawinkan.
Hmmm…begitu pandainya Seniman kita ini membawakan sebuah kisah, mulai dari sosok seorang Abdurrahman di negerinya..kemudian sosok seorang Zahratun Nufus di negeri seberang, mereka berdua sama-sama merindukan satu sama lain walau belum mengenal, sampai pada perpindahan tubuh mereka berdua di malam itu, yang satu ke negeri Baghdad dan yang satunya ke negeri seberang. Hingga pertemuan keduanya dan melangsungkan perkawinan.
Itulah sosok seorang seniman kita yang pandai membawa alur cerita, syair-syair dan lainnya.
Adakah yang tahu tentang cerita ini….? Hmm….jika dibandingkan dengan Ayat-ayat cintanya milik habiburrahman Elshiraji, rasanya jauh lebih menarik dan menyentuh sekali. Memberikan kesan dan pesan yang bagus buat pendengarnya.
Terima kasih senimanku.Saidul Pajeri!

Jumat, 11 Juli 2008

H.BATU


Sasain hari pina rasa bakuler sudah online, napa mun wayahnya pina kada sahapa mati lampu, tumat mati lampu. Kaya apa banua kita ngini kada kaya nang dahulu, sasain basugih bubuhannya samakin pina saraba bangalih, nang miskin makalaham makinannya ai tambah bamiskin, tahu kayapa juakah akhirnya kaina tu! Apakah makin babaik? Atawa makin batambah bangat!
Jangan talalu dipikirakan buhannya ai kaina situ jua nang satres! Lihatakannya nang kayapakah? Nang kayapakah? Sarah bubuhannya ai, inya baduit! Nyaman ai, mun kaya kita ni napa? Pina jaba! Sakahandaknya ai! Di apa-inya kah kada tahu jua surang, paksa maumpati kahandak urang, ya kalo tuh!
Kada sing rantian sudah bagawi, masih ja buhan kita ni kana gatahnya tarus, babaya handak nyaman sadikit, tasumbalit! Baasa pulang maulangi, kamungkinan pulang itu dasar sudah diaturNya, jadi kita kada kawa ba indah.
Jadi kita kawa jua mangarasi han!
Kita ba alih pulang!
Pas unda tabuka siaran BanjarTV, sakalinya ada festival lomba bakisah, manuntun ai satumat! Bei…pina rami banar pang bubuhan pasartanya, katik inilah katik itulah bubuhan pasarta minta dukungan supaya manang, inda kada kalah pang kaya di kontes KDI, asik ai jua unda manuntun, handak tahu nih!
Kada saapa unda kaingatan wan kisah bahari lagi kananakan! Unda ingat-ingatai awal mula kisahnya, dangarakanlah! Lah! Eih…baca-i ja.

Dulu sabuah kapal tarbang jamaah haji Indonesia bulik matan tanah suci Makkah.
Balum sampai ka banua, kapal tarbang nitu gugur di banua urang! Kapal tarbang nitu hancur kada tahu kamana-manakah bahamburan! Takipai-kipai. Mun urang mangira pasti dah samua jamaah matian, kadada saikung-ikung nang salamat! Habis kisah! Tinggal kaluarga jamaah ja lgi nang ma aruwahi masing-masing, mbah…mun bangkai kapal tarabang ja kada dapat lagi mancari-i, apalagi bangkai manusianya, ya kalo! Apa handak di kata mun tuhan sudah mentaqdirkan kaya itu. Napa habar!
Tapi pulang! Dasar tuhan sayang lawan hambanya! Ada saikung nang salamat! Sidin masih hidup, tapi am pulang! Ta ka pulau manakah gugurnya, ju-uk-ju-uk sidin bakunjang kasitu kamari, kuriak-kuriak bakiauan, kalo pang ada nang mandangari, pina kada talihat suara urang atawa manusia, maginannya ai binatang nang ganal ganal, inda kada talihat jua ulih sidin, asa lapah dah sidin ba ju-uk, parut lapar banar sudah, karungkungan….maginannya ai karing lalu, paksa ai sidin ba ju-uk pulang bacari banyu nih, barang satiguk dua tiguk! Asal kawa minum. Kulilik-kulilik sidin bakunjang kasitu kamari dah, akhirnya batamuan wan danau. Paraki sidin ai sambil ma itihi bujur-bujur danau kah lain kah nang ini, pina asa kada biasanya pang jar sidin, pina lain tu pang!
Cuma sidin dapat akal waktu itu, kada langsung minum banyu danau itu, imbah culup sidin talunjuk kiri kabanyu, langsung talunjuk sidin karas! Kada kawa digarak-akan lagi, tarik sidin langsung, itihi sidin talunjuk kiri tadi, karas! Jadi batu, napa da! Lalu kada jadi ai sidin minum banyu danau nitu! pikir sidin, jaka aku minum tadi pasti dah aku mati jadi batu di pulau ini, untungnya aku coba lawan talunjuk ngini, alhamdulillah!
Lalu sidin bakulilik pulang baju-uk kasitu kamari sambil manjauhi danau tadi sapa tahu ada batamuan wan urang. Di kejauhan sidin mandangar suara burung sing nyaringan! Sidin cari-i dimana asal suara tadi, tuhuk jua pang sudah sidin ni bausaha mancari asal suara, pina kada bapakuleh jua! Tapi suara pina sasain banyaring haja, panasaran jua ieh sidin ni, baju-uk pulang sidin ni….pina asa lapah pang sudah, akhirnya sidin ni taguringan di bawah pohon kayu ganal nang sudah lawas pang mati, tagal masih badiri tinggi….tinggi banar wan ganal ganalnya, di sasala akar pohon kayu nitu pang sidin tabantai ka uyuhan! Habis bakunjang saharian. Sampai hari makin mangadap manandakan waktu malam sudah sampai.
Baisukan sidin takajut babanaran bangun! Asa karabahan pohon kayu tadi tu pang, napang! Pohon nitu baguyangan banar, sidin cangangi ka atas iehhhhh…..sakalinya burung raksasa tarabang, mbada-i, ngini pang sakalinya satuwanya nang kukuciak kamarian, disini pang jua paguringannya, pantasan haja kada bamanusia pulau nangini, bisa jadi makanannya tu pang! Ayuja, hadang ikam burung ai, ku akali nyawa! Lihatakan ja, kada ku mambiarakan pang aku hidup di pulau nangini surangan.
Hari itu jua sidin mangumpulakan akar-ma akar kayu gasan baulah tali jarat, di bawah pohon nitu jua sidin mamilin-milin akar supaya jadi tali nang kuat, pakuleh ja pang sidin baulah tali sampai tuntung…, tagal kayapa naiknya mun pohon nya ganal banar, bilang tiga kali ragap urang tuha ganalnya, mana tinggi banar pulang! Tapi sidin dasar pintar, imbah cari sidin batu, nang kira-kira kawa ditawak-akan, jarat sidin batu tadi wan tali akar ulahan sidin, tuntung am! Tawak akan sidin ka ranting! Luput, sampai bakali-kali dah sidin mancoba, nyar ja sangkut, itu gin tali ulahan sidin masih handap ja lagi, kada panjang, baulah pulang sidin, sampai akhirnya batu bajarat tali akar nang sangkut di ranting tadi tabulik kawadah sidin. Imbah itu ampihai sidin, uyuh dah! Malamnya datang pulang burung raksasa itu hinggap di kayu nitu. Dasar paguringannya ngini jar sidin? Ayuha! Sabar ja aku ngini.
Sabalum baisukan, sidin sudah manaiki pohon ganal tu, bakayukut sidin manaiki sambil bapingkut ka tali akar ulahan sidin, imbah sampai ka ranting, tarik sidin tali, tawak-akan pulang ka ranting sabutingnya, naik pulang sidin ka atas, sambil naik ja tu, sampai parak banar wan kahinggapan burung raksasa tadi, su-uk sidin mulai bawah buntut biar kada katahuan! Sambil ma ulur tali akar tadi ka batis burung raksasa nitu, asa pina gugup jua pang sidin kalo di patuknya, maka pina bagarak garak dah batis burung, inya marasa ada nang mangganggu, gamaaat…banar sidin ma ulur tali akar ka batis burung nitu supaya kada marasa…ari pina masih kadap pang lagi, sidin dah tuntung manjarat batis burung. Sidin pingkuti tali akar tu, keina mun burungnya tarabang sidin umpat jua.
Baisukan! Tarabang burung tu, taumpat-ai sidin jua tarabang, pingkut banar tu pang sidin sakira jangan tagugur, oooo….sakalinya jauh banar burung tu tarabang mambawa sidin manyubarang pulau pulang.
Babaya burung tu sampai di pulau wan handak bahinggap di pohon, sidin barabus bacabur katanah badahulu, langsung ja sidin bukah ka padang sabat, supaya burung tu kada tahu, basimpan sidin sambil ma itihi burung raksasa tu tadi hinggap.
Pina asa aman dah! hanyar sidin bacangul lalu baju-uk mamariksa kalo-kalo ada urang nang kawa di tamui, bakunjang-ai sidin neih…ju-uk-ju-uk pulang kasitu kamari sampai ka tatangah pulau, sasain ka tangah sasain labat hutannya…, asa pina uyuh istirahat-ai sidin, pas taguringan!
Kada sa apa tabangun sidin, asa ada suara bibinian kukuciak, “ ampunku” jar nang saikung, “ ampunku” jar nang saikung jua manyahuti, oooo….rupanya ada dua bibinian bakalahi, tapi awak sidin bajarat wan tali akar, lalu kada bagarak ai, mata sidin banarai nang babuncalak ma itihi bibinian bakalahi tu tadi, nyar sidin paham bahwa sidin nang di parabutakan dua bibinian tu.
Kada sa apa datangan bibinian-binian nang lain, umaaa….umaaa…banyaknya, lalu ditangkapi buhannya nang bakalahi badua tu tadi, di takuni napa pasal jadi bakalahi. Padahakannya buhannya ai bahwa buhannnya badua tadapat lalakian dan kami jarat urangnya, tuh disana! Manunjuk ka arah sidin nang tajarat, rupanya rahat sidin guring tadi nang badua ngini manjarat aku jar sidin, pantas haja bakalahi marabutakan aku.
Lalu sidin di arak buhan binian tu kamanakah tujuannya? Asa lawas banar pang nyar sampai, napang mun padang hutan ma hutan ja nang di lalui, liuk sana liuk sini jalannya.
Sampai jua sakalinya sidin dibawa buhannya ka istana, dihadapakan wan sang Ratu, sidin takajut banar, kada manyangka sampai ka banua nang isinya hibak wan bibinian.
Ditakuni sang Ratu ai sidin nih…, “ napa maka pian sampai tasasat kamari”. Bakisah ai sidin ni apa adanya, mulai bulik bahaji, kapal tarabang gugur, umpat ba ingkut wan burung raksasa sampai ka pulau ini. Sidin gin bingung jua “napa di pulau ini bilang bibinian haja urangnya, Kamana lalakiannya”. Bakisah ai jua sang Ratu, “ dulu di pulau ni banyak lalakiannya, tapi imbah kawin wan bibinian disini isuknya mati, kaitu tarus kajadiannya, sampai habis lalakiannya, apa pasal? Bahwa bibinian di pulau ini kana panyakit aneh samunyaan, tamasuk sang Ratu saurang. “Kawakah pian maubati buhan kami ujar sang Ratu”, “ asal dikisahakan ja panyababnya napa, insya allah kugawi” jar sidin. Padahakan sang Ratu ai, “ Bila imbah rahatan bahubungan laki-bini, kada sa apa nang laki mati, kaitu tarus tu, sampai habis lalakian di pulau ni”. Makanya buhannya tadi bakalahi marabutakan pian”. Oooo…jar sidin mangarti kisah sang Ratu tadi, artinya bibinian dipulau ni samunyaan bamasalah disitunya. Kada salah lagi sidin ma ambil kasimpulan.
“ mun pian kawa maubati kami samunyaan, maka pian kami bebaskan di pulau ni”, jar sang ratu.
“ cucubaan-ai nah, siapa badahulu? Jar sidin
“ Ratuuuu”, jar bubuhannya ta imbai manyahuti.
Akhirnya mau kada mau sang Ratu badahulu di pariksa sidin di kamar istana. Suruh sidin Ratu barabah tilantang, hahar sidin ai, cucuk-akan sidin ai tunjuk kiri nang dah jadi batu ka situnya Ratu, kap! Karasaan ada nang ma igut ka tunjuk sidin, tarik sidin bakajutan! Takuriak ratu pas taimbai wan kaluarnya kapiting nang basarang disitunya Ratu. Mati-i sidin kapitingnya, hanyar katahuan bandanya. “ini pang sakalinya nang basarang wadah bubuhanya jua”. Imbah tuntung! Lalu Ratu ma umumkan bahwa sidin kawa maubati buhan kita.
Kaya apakah caranya? Pukuknya buhan binian nang sa pulauan ni masing-masing tarasai tunjuk batu sidin.
Handap kisah, masing-masing buhan bibinian salamat dari panyakitnya.( kisahnya agak carobo dikit, maaf dangsanak-ai!)
Sidin di kawinakan buhannya wan sang Ratu dan di angkat jadi Raja di pulau itu. Imbah sudah jadi raja, banyak jua bibinian nang ba untung kawin wan sidin di samping sang Ratu. Alhasil banyak sidin baisian anak. Anak sidin wan sang Ratu bibinian, umaa…bungas banar tu pang! Kadada bandingnya wan anak-anak sidin nang lain.
Dua puluh tahun sudah anak sidin wan sang Ratu ni bujang banar tu pang! Sadang banar di cari-akan lakinya, tagal kamana mancari nya, anak sidin nang lalakian wan nang lain masih kacui-kacui, bahingusan lagi, kada cucuk jua am lagi wan kada mungkin jua kawin sasama anak sidin. Sakalinya sang Ratu ma usul-akan sayembara ka pulau subarang, babulan-bulan jua am anak buah sang ratu mahambur pangumumannya. Sampai buhan anak buah bulikan pulang. Dua talu bulan sudah bamula ada nang datang ka pulau nitu, kumpulakan buhannya ai tarus sampai babanyak lalakian di pulau itu, lalu di adakan lah sayembara itu.
“Barangsiapa Kawa manyubarang maluncati sungai nang banyak buaya nya ini, maka akan di kawinakan lawan anak sang Raja” sambil manampaiakan anak sang Raja nang liwar bungasnya tu. Sapa nang kada hakun kawin wan anak Raja! Ya kalo? Asing-asingnya ai buhan pasarta sayembara ma itihi anak Raja. Banyak nang sakti-sakti mandraguna bakumpul wan yakin lawan kamampuan masing-masing, napa mun kawa manyubarang pacang dapat anak Raja tu pang! Sapa kada handak!
Lumba di mulai, asing-asingnya buhan pasarta nang sakti-sakti tadih kaluncatan manyubarangi sungai, kada sampai kasubarang! Taguk buaya, mati!, kada sampai kasubarang! Taguk buaya, mati!, kada sampai kasubarang! Taguk buaya, mati! Kaya itu tarus….., sampai pasartanya makin badikit dan makin banyak nang takutan manyubarang, napa mun pacang mati dimakan buaya, sapa hakun! Ari pina kamarian dah! Panuntun pina banyak nang bubar dah, anak raja magin galisah banar manunggui calon laki nih…, sapa jua kira kira nang kawa manyubarangi sungai tu, rahatan panuntun wan pasarta bubaran, ada lalakian nang kawa maluncati sungai tu sampai ka subarang!
Bubuhannya ba ampik kasukaan, manyuraki lalakian nang kawa maluncati sungai tadi. Kada katinggalan anak Raja nang galisah mahadangi matan baisukan hampai kamarian, umpat jua batandik kasukaan! Artinya ada jua nieh calon laki.
Di kiau raja ai lalakian tu, suruh mahadap! Bakuliling pang dahulu nyar sampai ka istana.
“ ulih ikam kawa baluncat sampai kasubarang! Maka ikam ba hak kawin wan anakku” jar Raja.
“ kada! Ulun kada handak napa-napa!
“ kada kawa, pukuknya ikam pamanangnya!
“ indah! Ulun, ulun kada umpat lumba, jadi ulun kada hakun”
“imbah pang! Ikam handak napa? Handak karajaan kah? Handak tanah kah?
Ku bari-i napa kahandak ikam!
“ ulun, kada handak napa-napa Raja ai”
“ ikam nang manang hari ini, maka ikamlah nang dapat anakku”
“ indaaaahhh, ulun kada handaaaakkk!!!!.... sambil manangis lalakian nitu bakuciak dihadapan Raja.
“ napa grang! Kahandak ikam ni! Magin garigitan Raja nih sudah.

Hayu, jaka kita ni lei….jadi pamanang kaya itu, kada mungkin ba indah! Pasti sudah hakun banar manarimanya, anak Raja ieh, bujang pulang! Napa habar….
“ lakasi bapadah! Napa kahandak ikam! Magin batambah garigitan Raja.
“ u…uu..ulun handak tahu banar ai” pina takutan jua am lalakian tu manjawab.
“ napa! Jar Raja panasaran.
“ si…siapa? Nang manunjul aku sampai kasubarang tu tadi, jaka kada sampai kasubarang, mati am jua ulun ni tadi di taguk buhaya”.
Raja???????????????????
Hanya sampai disitu kisah nang paling ku ingat! Karna udah lebih sepuluh tahun.
Terimakasih pada mas Yono, Guntung Lua nang mangisahakan sayembaranya.
Dan terimakasih pula atas kisah H.Batu entah dari siapa aku lupa. Aku hanya menggabung kedua kisah tersebut agar menjadi panjang dan tidak hilang dalam ingatanku. Moga bisa menambah suasana gembira pembaca.
salam

Sabtu, 28 Juni 2008

Tak Pernah Terbayang!


Tak pernah terbayang sebelumnya bisa memperbaiki sebuah monitor. Itulah yang terjadi. Sebuah pengalaman yang bisa dijadikan bahan pelajaran buat nanti dan masa yang akan datang bagi siapa saja.
Satu buah monitor dengan merk wearness diantar ketempatku dengan kondisi layar menyala namun ada bunyi yang selalu mengganggu sehingga terdengar jelas sekali bunyi kletek…kletek…kletek!
Seorang teman beranggapan bahwa itu adalah suara yang di timbulkan oleh sebuah plyback dan ada bagian bagian tertentu yang sudah aus dimakan usia. Aku hanya manggut-manggut mengiyakan anggapannya.
Tapi apa boleh buat aku hanyalah orang suka buka-buka casing doang dan membersihkan semua debu-debu yang menempel pada mainboard atau pada bagian lainnya. Hehehe…itulah kesukaanku tak lebih dari itu.
Kubuka casing monitor setelah terlebih dahulu melepas kabel power. Satu persatu baut yang menempel kulepaskan sehingga terlihat sangat jelas debu-debu itu melekat di seluruh badan tabung dan mainboardnya.
Dengan satu buah kuas dan penyemprot debu kulakukan pembersihan. Alhasil! Semua masih terlihat sangat baru. Kulihat bagian power kemudian bagian output terus ke bagian lainnya entah bagian apa namanya hingga ke bagian tabung. Kucatat nomor yang melekat di badan transistor, ic, dioda dan lainnya kemudian kuperhatikan apakah ada bagian tertentu yang hangus atau terbakar atau juga retak, hmmm…ternyata tidak ada.
Kumiringkan monitor agar aku bisa melihat layar lalu ku colokkan kabel powernya, layar menyala namun tidak menimbulkan bunyi seperti tadi, bingung juga deh aku…ku diamkan beberapa saat kalau-kalau terdengar bunyi seperti monitor barusan datang, tidak juga, herman….eih heran aku! Lalu kutinggalkan monitor dalam keadaan menyala, ku biarkan saja. Siapa tahu terdengar bunyi….
Sekembalinya! Aku tidak mendengar bunyi kletek…kletek. Lalu ku pastikan bahwa monitor tersebut tidak terjadi apa-apa lagi setelah kubersihakan debu-debunya, kemudian kututup kembali casing seperti sedia kala…
Beberapa hari kemudian monitor tersebut datang lagi katanya sih masih bunyi, hmmm…dalam hatiku mendingan ganti baru aja. Namun apalah daya monitor itukan milik orang bukan milik aku hehehe….
Aku juga penasaran mengapa hal ini bisa terjadi ya? Kubuka kembali casing monitor itu lalu ku miringkan dan ku colokkan kabel powernya, ternyata benar! Bunyi kletek…kletek itu sangat jelas terdengar, kucoba memperhatikan sumber bunyi…kira-kira di bagian apa ya…huuuuuhhhhh……susah juga mencari sumber bunyi tersebut, kuperhatikan lagi dan ku perhatikan lagi siapa tahu aja ketemu….! Ya kan?
Tidak ada inspirasi kali ini!
Kulepaskan kabel power dan kutinggalkan begitu saja sambil mikir apa ya penyebabnya? Tiba tiba aku teringat google! Ya kira-kira ini bisa membantu….lalu aku browsing dengannya..hmmmm….susah juga paman google menemukan hal yang ku inginkan, sempat aku jenuh dengan paman google karena yang kutemukan kadang berbagai pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut masalah monitor dan troubleshouting. Adapula ebook memperbaiki monitor namun itu berbayar sehingga aku tidak mendapatkan hasil… berhentilah aku browsing…tapi rasa penasaran itu menjadi jadi…kuperhatikan lagi monitor tersebut sejenak aku melongo memandanginya…sambil melakukan browsing dengan paman google kira-kira apa kata yang tepat yang akan ku ketikkan.
Akhirnya aku menemukan situs pengalaman seorang e-jay tentang monitornya. Lalu kubaca dengan seksama bagaimana awalnya hingga dia menemukan penyebabnya, itupun perlu berbulan-bulan dia mencari tahu sana sini, beruntunglah dia bertemu seorang yang ahli dibidangnya sehingga dia bisa Tanya tentang permasalahan monitor sampai akhirnya monitor dia bisa menyala kembali.
Terima kasih e-jay kau telah memberikan sebuah jawaban yang ku perlukan.
Ku ambil bangkai monitor lalu kutanyakan pada temanku. Kira-kira mana sih yang namanya kapasitor coupling seperti yang di katakan e-jay dalam pengalamannya itu, namun temanku tidak bisa memastikan yang mana bendanya. Sedikit agak ragu juga aku.
Kucoba menghidupkan kembali monitor, masih dengan suara kleteknya, kudekatkan telingaku biar pendengaranku tambah jelas dimana bunyi itu berasal sambil memperhatikan bangkai monitor satunya. Akhirnya aku berkesimpulan bahwa inilah kapasitornya. Kulepaskan kabel power kemudian dengan bantuan solder kulepas pula benda itu dan melepas kapasitor yang ada dibangkai lalu menempatkannya pada bagian yang kulepaskan tadi. Selesai.
Kucolokkan kabel power! Dan kletek!,,, monitor menyala tapi tidak ada bunyi lanjutan seperti sebelumnya, ku tunggu beberapa saat, beberapa menit sampai akhirnya kutinggalkan selama satu jam lebih, monitor itu masih anteng menyala tanpa bunyi seperti tadi, yakin dengan hasil yang kudapat, betapa girang aku saat itu karena berhasil melakukan sesuatu yang tak terbayang sama sekali bisa ku lakukan. Betapa tidak itu adalah sebuah pengalamanku yang unik dan baru aku rasakan saat ini.lalu kututup kembali casing monitor, setelahnya kuhidupkan lagi monitornya biar keyakinanku semakin mantap bahwa monitor tersebut tidak menimbulkan bunyi lagi.
Sekali lagi untuk saudara e-jay terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengalaman anda.
Salam hangat

Selasa, 10 Juni 2008


Kemarin saat mengikuti acara finalis lomba blog speedy competition, aku, ikienz dan bintang(anaknya) di Duta Mall Banjarmasin, terjadi sesuatu yang tak di inginkan semua peserta lomba, betapa tidak! Lagi asik bikin posting untuk blog , tiba-tiba lampu padam! Semua peserta kaget dan berseru” wooouuhhh….!!!!”, berbagai suara bercampur jadi satu entah apa yang di katakan mereka saat itu, aku juga tak tahu! Aku dan ikienz hanya duduk didepan komputer masing-masing yang di sediakan panitia lomba, sambil menunggu lampu menyala! Aku hanya ngoceh kecil, kenapa ya! Kayaknya panitia belum antisipasi deh jika terjadi sesuatu saat lomba berlangsung, begini ni akhirnya.
“mana hasil postinganku belum di save lagi, duh…! Gimana nanti, pastilah aku ngulang kembali dari awal.”
“ iya ai, mun kada di ulang kada kawa jadi keina.”
“ paksa ai ma ulang pulang, mau kada mau tu.”
“ tunggui ja gin dulu, kalo pang lampu sudah hidup, kawa ma ulang pulang,”
“ kada mungkin panitia malihatakan, panitia gin ba usaha jua sakira kawa banyala pulang lampunya.”
“I ieh jua ai, buhannya gin sibuk banar tu, ma usahakan!
“ hadangi ja satumat”
Ku coba mengontak no hape temanku.
“ tut….tuuuuuuutttt….tuuut.”
“ hallo, napa ka?
“ ikam di Duta Mall kah?
“ I ieh, napa? Lagi bagawi nah!
“ ooo…, iya kah? Aku lagi umpat lomba nge blog nah! Tapi lampu lagi mati, jadi sambil menunggu banyala”
“ dimana tempatnya”
“ itu, di tempat kita umpat pameran dulu!
“ ooo…., yak ah? Kada tahu tu aku ada lomba”
“ iieeeehhhh….., kukira ikam tahu, sudah gin lah! Kada tapi kadangaran nah, buhannya ribut banar”
“ ieh ayuja ka ai!
Begitu lah yang ku lakukan saat menanti lampu menyala.
“siapa? Ikenz batakun
“kawan! Dulu dia pernah kerja sama aku di tempat yang sama, sekarang dia kerja di sini, toko hp Nokia” begitu ku jelaskan
“ nah nyala sudah! Hidupi langsung gin”
“Ie ieh”, jar ku sambil memencet tombol power cpu
Aku kembali membuka ie, setelah sudah siap kembali, kemudian alamat dimana aku menyimpan file yang akan ku posting tadi, hehehe…download lagi sambil ku buka alamat blogku, kemudian sign in lagi. Lalu melakukan hal seperti biasa sambil mengedit, menambahkan link dengan cara copy paste.
Di akhir waktu, salah seorang panitia mengingatkan bahwa waktunya sudah mau habis, postingan aku sudah selesai…, sambil menunggu waktu aku masih bisa jalan jalan ke blog-blog lain, hehehehe…..
Setelah semua selesai, aku,ikienz, bintang, pak arsyad dan seorang perempuan peserta lomba, menuju ke lantai atas Duta Mall dengan maksud makan bersama, hmmm…., emang sudah lapar juga ya!
Kami pesan nasi goreng dan nasi putih serta mie kuah dan menempati meja yang masih kosong. Pak Arsyad dan perempuan itu mencari lokasi dimana water close berada, aku dan Bintang memesan teh botol sosro di bagian kasir sekaligus membayar pesanan tadi.
Aku juga pengen buang air kecil, maka bersama Bintang ku tinggalkan ikenz seorang di meja penantian…., ce ileh meja penantian! Meja makan kali! Hehehe….

Sambil menikmati makan, mereka berbincang bincang seputar seorang penambal ban yang sukses, seorang anak yang mempunyai hobby merusak barang-barang yang baru dibelikan orangtuanya, dan seputar anak-anak dari bapak itu, hehehehe…..
Kadang aku serius mendengarkan kisah-kisah bapak itu, kadang tertawa sambil manggut manggut.
“coba kiyau pang Harie, suruh naik ke atas! Makanan tu” ikenz menyuruhku
“ hadang dulu, aku mangiyaunya” sambil mencet tombol hapeku dengan maksud memanggil saudara Harie.
Kucoba menghubunginya, namun selalu putus! Sambil menengok ke bagian bawah dimana lomba sedang berlangsung.
Ku ambil inisiatif dengan meng sms nya, hmmm…terlalu sibuk memang!
“ adalah inya”
“ kada mau nyambung”
“ nah pakai hp ku aja gin”
“ sudah ku sms inya”
“iyakah”
“ie ieh” sambil melanjutkan minum
“sayang nah! Masih sepiring lagi”
“ ya am tu! Urang sibuk tu ngalih pang di kiyau-kiyau”
“pa babanaran, dasar ngalih banar tu pang!
“ biar ai sudah”
Selesai acara makan bersama, kami turun ke bawah melalui dua tangga lift sama seperti ketika mo naik, heheheee….lantas menuju halaman luar dengan maksud istirahat, pastilah……, habis makan tu kada lain handak baroko an, hehehe….mungkin ini sudah menjadi tradisi masyarakat banjar, kira-kira aja pang tapi kada samuaan jua nang kaya itu!
Kulihat saudara harie naik kelift dan kuberitahukan pada ikienz.
“nahhhhh…., urang sudah turunan, inya hanyar ja naik lah”
“iya am, tasalisih sakalinya, sudah ai kada kawa jua kita naik pulang!

Kulihat banyak juga orang orang menanti di emperan sambil duduk santai, kami pun melakukan hal yang sama sambil menikmati rokok masing-masing..!
Belum sempat habis sebatang, kami ditegur petugas petugas, bahwa jangan duduk di tempat itu, karena itu tempat penjemputan pengunjung yang mau pulang, hehehe…kami semua beranjak meninggalkan tempat itu dan kembali ke ruangan dimana lomba masih berlangsung.
Saat menonton Bintang melakukan pencarian games.co.id di komputer tiba-tiba salah satu pembawa acara mendekati ku, sambil memegang tanganku dia berkata.
“ mau ikut dance”
“ nggak ah..! itu Bintang aja”
“ooo…ya! Mau ikut dance” sambil bertanya pada Bintang.
Bintang Cuma bengong, sambil menanti izin dari sang bapak, barulah Bintang mau di ajak pembawa acara saat itu, tentunya setelah mendapatkan izin sang bapak, aku di kasih ikenz handycam, aku ngerti maksudnya. Dia duduk di depan kompi menggantikan Bintang entah apa yang mo di buka, aku mendekati panggung dimana Bintang sudah berada di panggung bersama dua peserta lainnya, aku menyorotkan handy dan merekamnya. Sorak penonton begitu bergemuruh saat Bintang melenggokan tubuhnya yang gemuk, membuat penonton gelid an gemes menyaksikan….wuiiiiiihhh….!
Bintang mendapatkan hadiah dari panitia lomba.
Kami pamit dengan saudara harie, jalan-jalan gitu sekalian pulang dan nonton latihan motocross di pal delapan belas komplek citra, dimana akan berlangsung event kejuaraan, entah nasional atau daerah di tempat itu, pada sabtu dan minggu 13-14 Juni 2008.
Kami pulang setelah menonton latihan.
Aku kembali kerumah, seorang teman datang menemuiku. Hmmm sudah dulu ya!